Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Belasan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II), pejabat Administrator (eselon III) dan pejabat Pengawas (eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Timbul Prihanjoko di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.
Pejabat struktural yang dimutasi terdiri dari 4 orang pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II), 10 orang pejabat Administrator (eselon III) dan 3 orang pejabat Pengawas (eselon IV).
Dalam sambutannya Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, Timbul Prihanjoko menyampaikan pelantikan ini bersifat promosi dan rotasi khususnya bagi jabatan pimpinan tinggi pratama dimana pemerintah telah melaksanakan penyelenggaraan kegiatan penilaian potensi dan kompetensi/assessment dalam rangka seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2019.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mendapatkan pemetaan dan gambaran tentang profil potensi, kompetensi, kualifikasi dan keahlian yang bermanfaat bagi penerapan sistem merit untuk pembinaan, pengembangan kompetensi dan karir pegawai serta sebagai dasar untuk rotasi jabatan,” katanya.
Wabup Timbul menyampaikan bahwa pelantikan pejabat ini dimaksudkan untuk lebih memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pokok dan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik. “Meski demikian pelantikan hendaklah dimaknai dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu,” jelasnya.
Menurut Wabup Timbul, pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja dan penyelenggaraan tugas serta pelayanan yang maksimal. Pertimbangan utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai dilakukan adalah kompetensi, pengabdian dan komitmen terhadap tugas serta tanggung jawab kepada Negara karena itu setiap pejabat hendaknya memiliki kemauan yang kuat untuk memiliki wawasan yang luas dan siap membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan.
“Sebagaimana ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara Ing Ngarso Sung Tulodo, seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang-orang di sekitarnya. Menjadi pemimpin juga menuntut pembaharuan dan inovasi yang berkelanjutan sebagai proses kemajuan instansinya,” pungkasnya. (mel/nis).

















