Reporter :Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Potret di jalanan sudah menjadi potret kehidupan bagi kakek tua penjual perabotan rumah tangga dan mengayuh sepeda di tengah derasnya hujan.
Seorang lelaki tua menggambarkan sosok seorang ayah yang rela kehujanan demi sesuap nasi. Namun itu hanyalah satu dari sekian potret perjuangan dan pengorbanan sang ayah kepada sang anak.
Dimana ia akan melakukan apapun demi anak-anak dan juga istrinya. Meski terlihat sederhana, tapi pengorbanan ayah seperti ini tidak jarang kamu lihat bahkan kamu rasakan sendiri. Rasa lelah seakan-akan tak pernah ia rasakan. Dalam benaknya hanya satu, bagaimana hari ini dia dapat uang dan bisa makan makan bersama istri dan anaknya.
Parjo lelaki tua berumur 70th asal Kecamatan Kraksaan kepada Kabarpas.com menceritakan dia rela mengayuh sepeda di tengah derasnya hujan. Tak terbesit dibenaknya untuk istirahat melepas lelah demi sesuap nasi untuk istri dan anak-anaknya di rumah.
“Mungkin air mata saya dan keringat saya tak sebanding dengan lelah perjuangan demi istri dan anak-anak di rumah. Mulai dari pagi hanya air putih yang masuk ke perut. Sedangkan nasi belum juga saya makan karena sehari ini belum dapat penglaris,” ungkap Parjo
Parjo mengaku kadang-kadang sehari cuma dapat hasil Rp 10 ribu. “Hasil itu saya bawa pulang untuk makan bersama istri dan anaknya. Tapi saya bersyukur karena Tuhan masih memberi rizki untuk saya makan bersama istri dan anak,” tukas Parjo. (fudz/nis)

















