Jakarta (Kabarpas.com) – Jakarta Fashion Week 2017 tetap konsisten mengembangkan kapasitas desainer Indonesia,dengan mengadakan program Indonesia Fashion Forward (IFF), yaitu program inkubasi desainer muda hasil kerjasama dengan Jakarta Fashion Week.
“Berkembangnya potensi inovasi, kapasitas bisnis, serta keberanian para desainer mengedepankan label mereka sehingga mampu bersaing di pasar internasional, harus diakui merupakan buah binaan yang terasa manis bagi dunia fashion Indonesia,” kata Triawan Munaf, Ketua Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, seperti dalam siaran pers yang diterima Kabarpas.com.
Menurutnya, industri mode sebagai bagian dari ekonomi kreatif, memegang peranan yang semakin penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia. “Industri ini telah menjadi pencipta nilai tambah, pencipta lapangan pekerjaan, juga sebagai penyumbang devisa,” imbuhnya.
Hingga saat ini, tak kurang dari 40 label dandesainer yang telah terpilih masuk program IFF. Itu setelah melalui proses seleksi dankurasi yang ketat. Label-label dan para desainer yang tergabung dalam IFF antara lain adalah Major Minor, Tex Saverio, Yosafat Dwi Kurniawan, Dian Pelangi, Albert Yanuar, Patrick Owen, Toton, Peggy Hartanto, Jii by Gloria Agatha, Billy Tjong, Norma Hauri, I.K.Y.K, dan Jenahara.
“Kesuksesan dan pesatnya perkembangan bisnis para desainer lulusan IFF membuat para mitra dari dalamnegeri dan luarnegeri semakin antusias melakukan kolaborasi,” pungkasnya. (***/gus).












