Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 27 Jun 2019

Kali Mati Dioptimalkan, Himbau Warga Tak Manfaatkan Bantaran Sungai


Kali Mati Dioptimalkan, Himbau Warga Tak Manfaatkan Bantaran Sungai Perbesar

Reporter : Hendra Londo

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com- Keberadaan ratusan rumah warga serta fasilitas ibadah dan pendidikan di sepanjang DAS Kali Mati yang membujur mulai dari Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo hingga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Setidaknya menjadi perhatian khusus dari pihak Pemerintah pusat, Pemprov Jatim hingga Pemkab Sidoarjo dan  Pemkab Pasuruan.

Pasalnya, pihak Pemkab Pasuruan dan pihak terkait telah melakukan pengkajian pengoptimalan kembali kali mati atau Bangil Tak, untuk mengatasi bencana banjir yang biasa terjadi pada musim penghujan tiba akibat luapan sungai Wrati.

“Kami pihak Pemkab Pasuruan telah melakukan langkah koordinasi dengan pihak BBWS, Pemprov Jatim, Pemkab Sidoarjo dan instansi terkait. Guna kembali mengoptimalkan keberadaan sungai Wrati,” tegas Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irsyad kepada Kabarpas.com, Kamis (27/6/2019).

Seperti diketahui bahwa Kali Mati atau Bangil Tak, sudah cukup lama tidak difungsikan. Padahal keberadaan Kali Mati tersebut bisa dipergunakan untuk menampung jutaan kubik air luapan sungai Wrati pada saat musim penghujan atau bisa dikatakan Kali Mati difungsikan sebagai embung.

Namun, upaya mengatasi banjir tahunan yang biasa melanda Kecamatan Gempol, Beji dan Bangil dengan mengoptimalkan Kali Mati tersebut, tak semudah seperti membalikkan tangan.

“Kami dari pihak Pemkab Pasuruan juga memikirkan keberadaan rumah warga yang berada di bantaran Kali Mati, yang jumlahnya mencapai ratusan. Untuk itu, kami (Pemkab Pasuruan.red) mengupayakan relokasi rumah penduduk tersebut, dengan mengajukan rusunawa bagi para warga yang rumahnya terdampak pemanfaatan atau pengoptimalan Kali Mati,” beber Bupati Gus Irsyad.

Masih menurut Gus Irsyad, untuk mensukseskan program pengoptimalan Kali Mati ini. Pihak Pemkab Pasuruan juga telah memberikan pemahaman kepada para kepala desa (Kades) yang wilayahnya di sepanjang Kali Mati.

“Kepada para Kades yang tinggal di sepanjang Kali Mati agar menghimbau warganya untuk tidak membangun atau memanfaatkan tanah (irigasi) Kali Mati,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan tersebut.

Sementara dari data yang berhasil dihimpun Kabarpas.com, jumlah bangunan rumah warga yang berada di sepanjang bantaran Kali Mati yakni di Kecamatan Gempol terdapat 97 bangunan (KK) dan di Kecamatan Beji yaitu di Desa Cangkringmalang, Kedungringin dan Kedungboto setidaknya ada 500-an rumah (KK), 1 gedung Sekolah Dasar, 3 tempat ibadah (Masjid) dan 4 TPQ. (ndo/tin).

Artikel ini telah dibaca 114 kali

Baca Lainnya

Kota Pasuruan Masuk 3 Besar Kota Ramah Lansia

13 Mei 2026 - 15:02

Wujudkan Lansia SMART, Bunda Ani Adi Wibowo Tinjau ‘Selantang’ di Bugul Lor

12 Mei 2026 - 19:20

Mas Adi Resmi Lantik Lucky Danardono Jadi Sekda Kota Pasuruan

12 Mei 2026 - 09:13

Wali Kota Pasuruan Pastikan Pembangunan JLU Berlanjut, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kawasan Industri

8 Mei 2026 - 05:28

TP PKK Kota Pasuruan Dukung Penguatan UMKM Kuliner lewat Program Mitra Usaha Mi Burung Dara

7 Mei 2026 - 22:14

Kisah Legenda Persekabpas Khasan Sholeh, Kini Sukses Jadi Juragan Ternak

6 Mei 2026 - 13:01

Trending di Berita Pasuruan