Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Cerpen · 21 Jul 2024

Kembang Kuning


Kembang Kuning Perbesar

Oleh: Haidar Hafeez

 

KABARPAS.COM – SEJAK sore hujan turun lebat disertai angin kencang. Berakibat banyak pohon tumbang di terpa angin kencang disertai hujan lebat. Angin seperti mengkabarkan pada bumi tak lama lagi hujan turun lebat. Saking kencang dan lebat hujan turun. Genting dan bahkan beberapa rumah terbuat dari kayu jati beratap genting. Roboh di telan angin kencang dan hujan lebat. Rumah joglo milik mbah Karimah berdinding kayu jati beratap genting. Seperti benteng pertahanan menghadapi serangan musuh. Rumah rumah joglo yang umpaknya kokoh tempat aman berteduh dari tiupan angin dan guyuran hujan. Saat magrib tiba sebagian ada yang hanya takjil segelas kolak lalu sembahyang jamaah di masjid Kembang Kuning. Selepas wiritan bergegas pulang berbuka puasa sunah hari kamis.

Tak lama kemudian azan isya yang di kumandangkan Mahrujen dari atas menara setinggi rumah lantai tiga. Seuara azan menyapa malam yang terus bergerak menuju tengah malam. Jam dinding merek Jonghan dan jam berdiri berkalung rantai merek sama. Jarum pendeknya menunjuk pada angka enam. Sedang jarum panjang yang bergerak pada menit menit ada di angka tiga puluh. Atau saat jarum jam tinggi kurus berputar enam puluh kali ketukan di kali tiga puluh serupa berputar seribu delapan ratus kali. Azan menggema di angkasa yang malam itu gelap banget sebab rembulan telah selesai menunaikan janji purnama. Kembang Kuning desa yang tak jauh dari Surabaya berdiri masjid berdekatan dengan kuburan Cina. Tidak semua desa memiliki masjid sebab untuk mendirikannya harus seizin Belanda.

Malam itu sehabis jemaah isya hujan baru reda dibaan segera di mulai para jamaah isya membuat formasi melingkar dan Toha segera mengambil kitab diba di lemari kecil dekatvpintu masuk masjid sementara Kasemin dan Mustajap mengambil terbang. Toha memimpin dibaan saban malam Jumat di masjid Kembang Kuning lakod ja-akum rosulum seperti biasa di daras Toha setelah sebelumnya dia pimpin yarosulalloh sambil di iringi terbang oleh Kasemin dan Mustajap. Sementara yang lain menjawab bersama sama nyanyian puji puji kepada nabi. Mbah Karimah yang ada di ruang sebelah selatan masjid Kembang Kuning malam ini tidak mencium kehadiran Baginda Rasul di dalam masjid. Dalam gumamnya Mbah Karimah mengatakan. Kok tak seperti biasanya. Tumben nabi tidak hadir. Setelah di runut ternyata tamu yang ternyata Belanda yang sedang mengawasi kegiatan kaum pribumi saat srakalan berlangsung berjumpa dengan nabi.

Arrumuz 14724. (***).

Artikel ini telah dibaca 152 kali

Baca Lainnya

Resky Raih Podium Tertinggi di TTC 2026

18 Oktober 2026 - 14:29

Dekatkan Produk dengan Konsumen, MPM Honda Jatim Hadirkan Public Exhibition New Honda Vario 160 di Bondowoso

18 Oktober 2026 - 14:24

DPUPR Kabupaten Probolinggo Latih Penyedia Jasa Konstruksi Evaluasi Kewajaran Harga

17 Oktober 2026 - 18:45

Gus Fawait ke Pasien RSD Soebandi: Jangan Pulang Sebelum Sehat, Biaya Ditanggung Pemerintah 

17 Oktober 2026 - 17:56

Tepat HUT Prabowo, Gus Fawait Gelar Bakti Sosial Kesehatan dengan Target 10000 Penerima

17 Oktober 2026 - 17:53

Lintasan Kering dan Berdebu Jadi Tantangan Downhiller Taklukkan Arjuno Bike Park

17 Oktober 2026 - 17:46

Trending di Berita Pasuruan