Jumat, 13 Maret 2026 – 22.07 | 661 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Gerakan koperasi di Kabupaten Jember mencoba mengonsolidasikan diri. Pada Jumat (13/3/2026), jajaran pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Jember periode 2026–2030 dilantik di Pendopo Wahyawibawagraha. Acara itu dihadiri Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi, Bupati Jember Muhammad Fawait, serta sejumlah pegiat koperasi di daerah.
Pergantian kepengurusan ini menandai upaya menghidupkan kembali peran organisasi yang selama ini menjadi wadah gerakan koperasi di tingkat daerah. Dekopinda diharapkan menjadi ruang koordinasi bagi berbagai jenis koperasi yang tersebar di Jember.
Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi mengatakan salah satu tantangan utama gerakan koperasi saat ini adalah membangun kembali kepercayaan publik. Menurut dia, selama ini koperasi masih kerap dipersepsikan semata sebagai lembaga simpan pinjam.
“Padahal koperasi memiliki potensi yang jauh lebih luas sebagai penggerak ekonomi rakyat,” kata Bambang dalam sambutannya.
Ia menilai koperasi di daerah perlu bertransformasi agar tidak tertinggal oleh perubahan ekonomi dan teknologi. Di banyak negara Eropa, kata Bambang, koperasi bahkan menjadi salah satu pilar ekonomi yang kuat.
Ia mencontohkan model kepemilikan kolektif pada sejumlah organisasi di luar sektor keuangan, termasuk klub olahraga. “Di luar negeri, bahkan klub sepak bola besar bisa dimiliki oleh anggotanya dalam sistem yang menyerupai koperasi. Bukan tidak mungkin konsep seperti itu juga berkembang di daerah,” ujarnya.
Bupati Fawait dalam kesempatan yang sama menilai koperasi masih relevan sebagai instrumen pemerataan ekonomi. Menurut dia, model usaha berbasis anggota itu sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia yang mengedepankan gotong royong.
Namun Fawait menilai koperasi perlu membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda. “Koperasi tidak boleh hanya menjadi ruang ekonomi generasi lama. Anak-anak muda juga harus melihat koperasi sebagai bagian dari masa depan ekonomi mereka,” katanya.
Ia mendorong pengenalan koperasi dilakukan sejak dini, termasuk melalui lingkungan pendidikan, agar generasi muda memahami prinsip dan nilai dasar koperasi.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Jember yang baru dilantik, Ardi Pujo Prabowo mengatakan salah satu pekerjaan awal kepengurusan baru adalah memperkenalkan kembali organisasi tersebut kepada publik.
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir keberadaan Dekopinda di Jember tidak terlalu terlihat sehingga perlu dilakukan penguatan peran organisasi.
Selain itu, pihaknya juga menempatkan penguatan sumber daya manusia koperasi sebagai agenda utama. Pelatihan manajemen, pendidikan perkoperasian, hingga pendampingan pengelolaan organisasi akan menjadi bagian dari program kerja lima tahun ke depan.
Ardi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar koperasi untuk memperluas akses pasar dan permodalan. Menurutnya, koperasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri jika ingin bersaing di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
Agenda lain yang mulai didorong adalah digitalisasi koperasi. Bagi Ardi, penggunaan teknologi menjadi kebutuhan jika koperasi ingin tetap relevan di tengah perubahan ekonomi digital.
“Dengan teknologi, koperasi bisa meningkatkan pelayanan kepada anggota sekaligus memperluas jangkauan usaha,” kata Ardi.
Ia juga menyatakan Dekopinda Jember siap mendukung berbagai program pengembangan koperasi yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah, termasuk penguatan koperasi di tingkat desa. (dan/ian).

















