Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan ยท 13 Nov 2024

Ketika Mas Rusdi Dicecar Pertanyaan oleh Mahasiswa Saat Hadiri Diskusi di ITB Yadika


Ketika Mas Rusdi Dicecar Pertanyaan oleh Mahasiswa Saat Hadiri Diskusi di ITB Yadika Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Yadika menggelar acara Diskusi Diseminasi, dengan narasumber para Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Pasuruan 2024. Acara ini berlangsung di Auditorium ITB Yadika Pasuruan.

Acara diskusi tersebut membahas kegiatan menyebarluaskan informasi, gagasan, ide, doktrin, pemikiran, kebijakan, dan hasil penelitian kepada khalayak luas.

Dalam acara ini Wisnu, salah satu peserta dan juga mahasiswa di kampus setempat menyinggung terkait sengketa lahan antara warga dengan TNI AL yang ada di Kecamatan Lekok dan Kecamatan Nguling.

“Kalau Mas Rusdi nanti menjadi bupati apakah bisa menyelesaikan masalah sengketa lahan antara warga dengan pihak TNI AL, yang sampai saat ini belum bisa terselesaikan. Jika mas Rusdi tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut, saya menilai Mas Rusdi belum layak menjadi bupati Pasuruan,” ucapnya.

Selanjutnya dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Wisnu, calon bupati Pasuruan H. Rusdi Suteji menanggapi terkait persoalan tersebut.

“Kami sebelumnya mencalonkan menjadi calon bupati Pasuruan. Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan pernah membentuk tim pansus untuk menyelesaikan persoalan sengketa tanah. Saat itu, dari 4 pimpinan DPRD hanya saya yang berani menandatangani pembentukan pansus untuk memperjuangan warga Kecamatan Lekok dan Nguling. Insya Allah jika nanti kami terpilih kami menerima aspirasi masyarakat langsung saya bawa ke bapak Presiden sebagai panglima tertinggi di Indonesia,” jelasnya.

Tidak hanya persoalan sengketa lahan, persoalan nelayan di daerah pesisir serta honorer guru Madin, TPQ, dan Madrasah juga ikut dilontarkan oleh mahasiswa ITB Yadika.

Mas Rusdi juga menanggapai pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa, yakni akan dibangunkan tambatan perahu serta menaikkan honorer guru.

“Kami didalam 33 program prioritas akan membangun tambatan perahu, agar para nelayan bisa menurunkan hasil tangkapannya secara langgsung tidak menunggu air pasang, serta akan memperjuangan seluruh guru agama madin TPQ, Madrasah, RT dan RW semuanya punya peran yang sangat oenting, dan tidak akan tebang pilih,” tutup Mas Rusdi. (dit/ian).

Artikel ini telah dibaca 97 kali

Baca Lainnya

Kayuputih Family Reflexology Jadi Destinasi Relaksasi Terbaru Warga Pasuruan

21 Agustus 2026 - 17:41

Peringati HUT ke-81 RI, Polres Pasuruan Kota Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga

21 Agustus 2026 - 12:50

Ribuan Jemaah Padati Maulid Al-Habsyi Jelang Puncak Haul Ke-45 KH Abdul Hamid di Pasuruan

21 Agustus 2026 - 12:20

Satu Ekosistem, Tiga Inovasi : Tim DPPM Dosen dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Mendorong Kemandirian Blue Economy Desa Patuguran

21 Agustus 2026 - 12:06

IKA PMII Ciputat Luncurkan Future Scholars Development (FSD), Model Baru Menjawab Krisis Akses Beasiswa

21 Agustus 2026 - 10:20

MPM Honda Jatim dan YAHM Salurkan Bantuan, Dukung Pemulihan Masyarakat NTT

21 Agustus 2026 - 09:21

Trending di KABAR NUSANTARA