Jember, Kabarpas.com – Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menjadi salah satu pengisi acara dalam Pertemuan Kelompok Pengajian dan Guru Ngaji pada rangkaian program Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku di Kecamatan Mayang, Rabu (22/7/2026).
Di hadapan ratusan guru ngaji, muslimat, dan warga, Halim memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember yang digagas Bupati Muhammad Fawait. Menurutnya, kegiatan Bunga Desaku menjadi sarana bagi pemerintah untuk mengetahui langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa.
“Kita sama-sama orang desa. Saya dari Desa Arjasa, Gus Bupati Fawait dari Desa Jombang. Acara ini dilaksanakan untuk mengetahui apa yang terjadi di masyarakat, terutama di desa, khususnya warga guru ngaji dan muslimat,” ujar Halim.
Ia menjelaskan, salah satu program yang saat ini dijalankan Pemkab Jember adalah pemberian insentif guru ngaji sebesar Rp1,5 juta per tahun. Program tersebut, kata dia, merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para guru ngaji yang selama ini berperan menjaga pendidikan agama dan akhlak anak-anak.
“Bantuan ini dikhususkan kepada para penjaga moral dan agama anak-anak di desa. Tujuannya untuk mengokohkan nilai-nilai agama di masyarakat desa,” tandasnya.
Halim juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan berbagai kebutuhan maupun persoalan yang dihadapi. Selain melalui dirinya sebagai Ketua DPRD, aspirasi juga dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Wadul Gus’e.
“Sampaikan ke bupati apa yang menjadi kebutuhan bapak ibu di Bunga Desa. Saya sebagai Ketua DPRD akan menampung aspirasi kemudian menyampaikannya kepada bupati. Atau bisa melalui layanan Wadul Gus’e di nomor WhatsApp 0811-3031-1188,” ujarnya.
Selain membahas kesejahteraan guru ngaji, Halim turut menyinggung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui hasil produksi yang lebih bernilai.
Di bidang kesehatan, Halim kembali mengingatkan masyarakat mengenai program Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan warga ber-KTP Jember memperoleh layanan berobat gratis di rumah sakit.
“Jadi warga Jember yang sakit bisa berobat gratis di rumah sakit di seluruh Indonesia,” katanya.
Pada sesi dialog, sejumlah warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Ais, salah seorang warga, meminta anggota DPRD lebih sering turun ke lapangan untuk melihat kondisi jalan desa yang membutuhkan perbaikan.
“Ada baiknya bapak dewan turun langsung ke bawah, jadi tidak perlu pakai proposal-proposal,” ujar Ais.
Sementara itu, Zumrotun, guru madrasah yang mewakili guru ngaji, mengeluhkan persyaratan pencairan insentif guru ngaji yang menurutnya masih meminta Nomor Induk Santri (NIS). Persyaratan tersebut dinilai menyulitkan para guru ngaji di lapangan.
Menanggapi hal itu, Halim mengatakan aspirasi terkait perbaikan jalan desa akan ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah. Ia juga memastikan proses verifikasi insentif guru ngaji tidak lagi mewajibkan Nomor Induk Santri.
“Kita sepakat untuk jalan desa akan kita perbaiki nanti. Kemudian verifikasi untuk honor guru ngaji tidak diperlukan nomor induk, cukup foto santri,” kata Halim.
Sejumlah keluhan yang mengemuka dalam forum itu menunjukkan masih adanya persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari infrastruktur hingga layanan administrasi program pemerintah. Bagi warga, Bunga Desaku akhirnya menjadi ruang menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi secara langsung. (dan/ian).

















