Reporter : Moch Wildanov
Editor : Diaz Octa
Probolinggo, Kabarpas.com – Seorang pelatih panjat tebing asal Kota Probolinggo, berhasil selamat dari bencana Palu. Pasalnya, saat bencana tsunami terjadi, dirinya berada di tempat kejadian.
Dia adalah Iwan Rosydi (41), saat ditemui wartawan Kabarpas.com di kediamannya, di Perumahan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, ia bercerita tentang kisah pilu bencana tsunami di Palu.
Iwan yang merupakan pelatih Rindi Sufriyanto, peraih emas cabang panjat tebing di Asian Game 2018 itu, berhasil selamat dari terjangan tsunami yang terjadi di Palu.
Ayah satu anak tersebut sangat bersyukur atas mukjizat keselamatan dari Allah SWT.
Menurut keterangan Iwan, dirinya berada di Palu karena mendapat undangan dari pemerintah setempat dalam rangka hari jadi.
Iwan pun bercerita perihal bagaimana dia menyelamatkan diri. Saat gempa terjadi, Iwan berpegangan pilar gedung. Kemudian sempat berlari menjauhi arah gelombang.
Setelah gelombang reda, dirinya melihat kondisi Palu sudah porak poranda dan korban tewas berserakan.
Dirinya dan korban selamat lainnya, berusaha menolong para korban. Setelah banyak bantuan yang datang, Iwan Rosydi berusaha pulang ke Probolinggo. Beruntung mendapat bantuan dari otoritas terkait. Sehingga dirinya bisa menumpang pesawat hercules transit di Jakarta.
“Hingga kini ada 3 rekan kami asal Palu, yang belum ketemu dan lost kontak. Sebelum terjadi gempa, saya dikasih sayur kelor. Dan teman saya yang hilang bercerita tentang adat orang Palu. Bila makan kelor, biasanya tidak mau pulang dan kerasan di Palu,” ungkap Iwan. (wil/diz).

















