Pasuruan, Kabarpas.com – Gunung Arjuno adalah Gunung yang menjadi salah satu favorit para pendaki. Gunung ini menyimpan kekayaan Hutan Lindung dengan area seluas +20 Hektare. Dan Hutan Blok Sapen tersebut berada pada titik ketinggian +665 M di atas permukaan laut di Padepokan Rembuk Kahuripan LMDH Bumi Lestari Kelurahan Ledug Prigen.
Untuk itulah telah dilaksanakan kordinasi Tim peneliti yang terdiri Anggota LMDH Ledug, Tenaga Ahli Ekologi Tumbuhan dan Satwa Liar, Mahasiswa/i Jurusan Biologi ITS NU Pasuruan serta tim CV. Eksis Mandiri Nusantara selaku mitra PT. TIV Pandaan. Pelaksanaan penelitian pemetaan potensi keberadaan Flora dan Fauna di Hutan Blok Sapen, Gunung Arjuno Pasuruan ini, terbagi 2 group dengan konsentrasi studi satwa liar dan tumbuhan.
Endik Deni Nugroho, S.Pd, M.Pd, Peneliti lapangan dengan bidang keahlian Ekologi Hewan di ITS NU Pasuruan yang sudah sering melakukan penelitian di Provinsi Kalimantan Utara baik di bidang Ekowisata, Fenetik Taksonomi Hewan, Morfologi Ikan dan Bioteknologi menjadi daya pikat tersendiri bagi tim untuk eksplorasi aneka Fauna di Hutan Blok Sapen. Untuk eksplosari Flora, Roisatul Ainiyah, M.Pd menjadi Tenaga Ahli yang konsentrasinya pada Keahlian Fisiologi, Ekologi sekaligus Taksonomi Tumbuhan dari Univ. Yudharta Pasuruan.
Aktifitas Program Penelitian Kehati berbasis Herb-Biodiversity dimulai hari Senin-Jum’at/12 Juli – 16 Juli 2021, dengan rangkaian fokus kegiatan, yakni 1). Peninjauan atau eksplorasi area Lokasi penelitian 2) Pengambilan sampel dari survey Keragaman hayati khususnya Keluarga aves, mamalia, herpetofauna, insecta, ikan. 3). identifikasi sample dan analisis kehati khususnya tumbuhan obat. 3) Monitoring Kualitas udara dan air pada sumber mata air di hutan Blok Sapen.
Arahan tim diawali dengan paparan dari Kasiman selaku Ketua LMDH Bumi Lestari, ia mengatakan bahwa data-data penelitian tentang flora dan fauna akan sangat penting untuk mengetahui indeks KEHATI di Kawasan Hutan Arjuno sekaligus sebagai bahan kajian pengembangan KEHATI berbasis herb-biodiversity dan penyiapan galery TKSN (Taman Kehati Sapen Nusantara).
Berlanjut terkait petunjuk teknis lapangan, Roisatul Ainiyah, memberikan detail identifikasi jenis tumbuhan, bagaimana mengisi form pengamatan tumbuhan, penentuan area sampel dan data tumbuhan obat, penentuan titik plot pengamatan dan pengukuran kondisi lingkungan di tiap Plot Transek Line. Tak hanya itu, Endik Deni Nugroho, menguatkan pentingnya gunakan eksplorasi luas area penelitian dengan aplikasi di Plas Store bernama Avenza Maps dan GPS Essenstials.
Perihal kesiagaan dan kesiapan alat pendukung, Muhammad Dayat, Direktur CV. Eksis Mandiri Nusantara, mengungkapkan bahwa dirinya telah memastikan kelengkapan sejumlah 43 jenis alat dan bahan selama penelitian berlangsung.
“Sudah kita check semuanya baik Lutron YK-2001PHA untuk mengukur kualitas air, Multiple Parameter 9 in One untuk kualitas udara, Cameratrap Hunting Wildlife maupun Teropong binocular outdoor dan lain lain, Bahkan, nutrisi gizi bagi tim insyaallah siap,” pungkasnya. (ajo/gus).

















