Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 21 Mei 2026

Komisi IV DPRD Trenggalek Terima Keluhan Manajemen RSUD dr Soedomo Terkait Durasi Pasien Rawat Inap


Komisi IV DPRD Trenggalek Terima Keluhan Manajemen RSUD dr Soedomo Terkait Durasi Pasien Rawat Inap Perbesar

Trenggalek, Kabarpas.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat koordinasi bersama Jajaran manajemen RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Salah agenda yang diusung adalah keluhkan regulasi baru terkait batas waktu rawat inap pasien yang ditetapkan oleh BPJS di Aula DPRD setempat.

Hal ini dianggap membebani pihak manajemen terkait pembiayaan pasien rawat inap tersebut dan menjadi problematika.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Sukarodin mengatakan, jika pihak rumah sakit plat merah tersebut merasa keteran atas aturan tersebut dan dianggap merupakan kebijakan sepihak dari BPJS. Tak terkecuali memunculkan tekanan luar biasa operasi pelayanan kesehatan.

“Jadi berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat, pasien dengan durasi rawat inap tertentu harus dipulangkan lebih awal agar semua pembiayaan bisa terbayar melalui BPJS. Tentu ini perlu mendapat atensi untuk mendapatkan jalan keluar,” ucapnya.

Tentu saja hal tersebut menempatkan posisi rumah sakit dilematis. Karena jika pasien yang bersangkutan tidak dipulangkan sesuai batas waktu yang ditentukan, maka pihak rumah sakit harus menanggung biayanya. Sebab BPJS tidak bisa menindaklanjuti soal pembiayaannya.

“Sebagai wakil rakyat kami tidak bisa tinggal diam melihat kondisi tersebut dan akan melakukan koordinasi dengan pihak BPJS. Kota akan cari win-win solution,” tuturnya.

Ia berjanji akan melakukan koordinasi secara langsung dengan BPJS kesehatan untuk mengevaluasi dari penerapan regulasi tersebut.

“Pendeknya, regulasi tersebut tidak merugikan atas pelayanan kesehatan dan mengorbankan hak-hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan,” tandasnya.

Politisi senior PKB itu mengganggap persoalam ini merupakan persoalan serius dan harus segera dicari benang merahnya agar tidak berdampak negatif terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat dalam kondisi apapun,” tutupnya. (gus/ian).

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

9.815 Kuota Bansos Belum Terisi, Pemkab Jember Ajukan Penambahan Penerima

25 September 2026 - 19:13

Pemkot Pasuruan Berangkatkan 28 Peserta Kontingen Porsadin ke Tingkat Jawa Timur

25 September 2026 - 17:06

Ompreng MBG di Jember Disorot karena Disebut Kotor, Pengelola Dapur: Noda Sisa Minyak

25 September 2026 - 16:45

Gus Anam Lepas 20 Santri Andalusia Studi ke Al-Azhar Mesir

25 September 2026 - 13:52

Jember Tawarkan Blueprint Home Care ke Kemenkes, Wamen: Sudah Dikenalkan ke Daerah Lain 

25 September 2026 - 11:46

Gowes Bareng, Mas Adi Tinjau Rusunawa Petahunan hingga Susuri Sungai Melihat Potensi Wilayah Perairan Kota Pasuruan

25 September 2026 - 11:11

Trending di Berita Pasuruan