Pasuruan, Kabarpas.com – Momen hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, dimanfaatkan oleh komunitas motor gede (Moge) di Pasuruan untuk melakukan Bhakti Sosial (Baksos) dengan membagikan santunan kepada anak yatim yang ada di Pondok Pesantren Metal, Jalan Raya Pantura atau tepatnya di Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Kehadiran komunitas moge yang tergabung dalam Pasuruan Motor Besar Community (PMBC) ini, disambut hangat oleh pengasuh beserta keluarga besar Ponpes Metal tersebut. Bahkan, saat tiba di lokasi, puluhan Moge milik anggota PMBC dijajar rapi di halaman pesantren. Tak ayal, hal ini menarik perhatian para anak yatim di Ponpes ini. Mereka pun mencoba untuk melihat lebih dekat bermacam model Moge yang selama ini jarang mereka lihat.
Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) lantaran masih dalam pandemi covid-19. Acara baksos PMBC ini diawali dengan potong tumpeng yang dilakukan oleh Ketua PMBC, Siswanto lalu dilanjutkan oleh Pengasuh Ponpes Metal Muslim Al Hidayah Pasuruan, KH Nur Kholis atau yang selama ini akrab disapa Gus Nur.
Usai pemotongan tumpeng, para pengurus PMBC langsung membagikan santunan kepada anak yatim di ponpes setempat. Namun, sebelum dibagikan para pengurus PMBC terlebih dulu mengajak para anak yatim di Ponpes ini untuk ikut bermain game.

“Kegiatan ini adalah Bakti Sosial (Baksos) dan merupakan salah satu agenda kami menggelar baksos di Ponpes Metal untuk memberikan bantuan kepada santri dan anak yatim yang ada di sini (Ponpes Metal.red),” ujar Ketua PMBC, Siswanto kepada Kabarpas.com.
Menurutnya, dalam kegiatan Baksos kali ini tidak banyak yang dibagikan kepada para santri dan anak yatim di Ponpes Metal. “Kami hanya membagikan kebutuhan pokok seperti sembako beras, mie, minyak, serta selimut dan handuk,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sejatinya kegiatan Baksos ini digelar di beberapa tempat yang ada di wilayah Pasuruan.
“Selama ini untuk wilayah tempat kami menggelar Baksos berpindah-pindah dengan tujuan agar apa yang kami bagikan ini bisa merata dirasakan oleh para santri dan anak yatim. Untuk itu harapannya kegiatan Baksos ini akan terus dilestarikan,” tandasnya.
Sementara Gus Nur pengasuh Metal mengatakan, apa yang dilakukan oleh PMBC ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PMBC terhadap para santri dan anak yatim yang tinggal di ponpes yang ia asuh tersebut.
“Semoga apa yang dilakukan PMBC ini dicatat sebagai amal ibadah. Serta bisa ditiru oleh komunitas-komunitas lainya untuk menggelar acara serupa,” pungkasnya. (***/hib).

















