Reporter : Rofi’i
Editor : Kholid Andika
Banyuwangi, Kabarpas.com – Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU Jawa Timur yang digelar di Kota Gandrung Banyuwangi, dijadwalkan akan membahas tuntas mengenai revolusi industri 4.
“Inilah yang disebut dengan Revolusi Industri 4.0 tanpa disadari atau tidak Indonesia sudah mulai pada Era tersebut. Revolusi Industri 4.0 kali ini bukan hanya menciptakan daya saing atau berkompetisi, namun juga mengharuskan untuk melakukan kolaborasi,” kata Haikal Atiq Zamzami, Ketua PW IPNU Jatim saat konferensi pers di IAI Ibrahimy Banyuwangi.
Kolaborasi saat ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi era teknologi ini. Saling memberikan keuntungan menjadi kunci untuk melakukan perbaikan demi terwujudnya perkembangan yang begitu pesat. “Kalau hanya sekedar berdaya saing, maka hal ini akan menjadikan diri kita sendiri,” tegas pelajar kelahiran Jember ini.
Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengatakan berkolaborasi akan dapat terwujud dengan baik, ketika setiap orang memiliki kreatifitas yang tinggi dan menghasilkan inovasi baru. Inovasi merupakan sebuah keniscayaan dalam suatu perubahan. Sehingga setidaknya ada tiga unsur yaitu sesuatu yang dapat berupa produk, proses (metode) atau ide (gagasan).
Haikal melanjutkan dengan demikian produk inovasi masyarakat merupakan sesuatu yang berbeda dan memiliki manfaat yang dihasilkan. Inovasi dapat dilakukan oleh siapapun termasuk para pelajar, santri dan mahasiswa. “Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kreatifitas mereka adalah tanggungjawab bersama terutama pelajar NU,” terangnya.
Dengan demikain, maka Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur merasa sangat tergugah untuk menghimpun dan menfasilitasi para pelajar, santri dan mahasiswa untuk membuat sebuah forum pertemuan untuk mereka yang memiliki inovasi dalam berbagai aspek.
“Forum ini dinamakan “Student Annual Meeting”. Dengan harapan akan lahir para innovator muda Indonesia yang mampu berkolaborasi menghadapi revolusi industry 4.0,” pungkasnya. (rof/and).

















