Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 7 Sep 2023

Kota Pasuruan Masuk 10 Besar Capaian Tertinggi Asi Eksklusif


Kota Pasuruan Masuk 10 Besar Capaian Tertinggi Asi Eksklusif Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Kota Pasuruan menduduki 10 besar capaian tertinggi asi eksklusif dengan nilai 95,35 % dimana angka ini melebihi target nasional sebesar 90% hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Maria Endang Sumiwi, M.P.H dalam acara Publikasi Data Intervensi Spesifik dan Sensitif Bidang Kesehatan untuk Percepatan Penurunan Stunting Triwulan II tahun 2023 secara daring zoom. Acara ini diikuti langsung oleh Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.TP., M.Si dan didampingi oleh Kepala Perangkat Daerah terkait di MCC Madinah Van Java.

Menurut Mas Adi, masih banyak hal yang harus dilakukan pemerintah Kota Pasuruan dalam melakukan percepatan penurunan stunting.

“ Semoga kedepan, Kota Pasuruan tidak hanya menjadi Kota yang mendapatkan capaian tertinggi asi eksklusif namun juga menjadi Kota zero stunting,” ujar Mas Adi.

Sementara itu, dr. Maria Endang Sumiwi, M.P.H mengatakan bahwa kegiatan Publikasi Data Intervensi Spesifik dan Sensitif Bidang Kesehatan untuk Percepatan Penurunan Stunting ini dilakukan agar Provinsi, Kabupaten/Kota dapat melakukan perbaikan dalam melakukan penanganan stunting sehingga target penurunan stunting sebesar 14% tercapai.

“Mari sama-sama kita bekerja keras dalam menurunkan angka stunting sesuai RPJMN di tahun 2023 mencapai 14% dan di tahun 2023capai 17,68 %. Ada sebelas intervensi spesifik stunting dimana remaja putri dan ibu hamil tidak boleh anemia. Remaja putri harus konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), ibu hamil harus dilakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk ibu hamil dan pemberia makanan tambahan bagi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK),” katanya.

Lebih lanjut, untuk balita diberikan Asi eksklusif, pemberian MPASI kaya protein hewani bagi baduta, tata laksana balita dengan masalah gizi (T, berat badan kurang, gizi kurang, gizi buruk dan stunting), kemudian peningkatan cakupan dan perluasan imunisasi dan edukasi remaja, ibu hamil dan keluarga termasuk pemicuan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS). (dit/gus).

Artikel ini telah dibaca 55 kali

Baca Lainnya

Gelar Rangkaian Acara September 2026, Ascent Premiere Pasuruan Wadahi Gaya Hidup Sehat dan Kreativitas Keluarga

28 Agustus 2026 - 17:13

Diduga Salahgunakan Pertalite, Minibus Kabur dari SPBU hingga Dikejar Warga

28 Agustus 2026 - 11:23

Road to Kilau Raya Hadir di Pati, Kota Kelima dalam Rangkaian Pesta Rakyat MNCTV

28 Agustus 2026 - 10:24

Ternyata NU Rame di Luar, Solid di Dalam

28 Agustus 2026 - 07:10

Blogger dan Vlogger Nasional Intip Pendidikan Vokasi Honda di SMK Muhammadiyah 2 Genteng

28 Agustus 2026 - 06:39

Dari Tambak Beras untuk NU dan Indonesia: Para Hafidz Gelar Semaan 30 Juz Selama Muktamar NU ke-35

28 Agustus 2026 - 06:18

Trending di KABAR NUSANTARA