Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Teras · 26 Des 2017

Laka Sampang, Keluarga Korban Tidak Punya Firasat Sebelumnya


					Laka Sampang, Keluarga Korban Tidak Punya Firasat Sebelumnya Perbesar

Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban Slamet Budi Hartono (44), asal Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) akibat kecelakaan di Jalan Raya Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Senin (25/12/2017).

Saat itu, korban yang mengendarai motor nopol N 3625 MC dan membonceng Rika Aristi (39) dan Jefri (7) hendak pergi melayat ke daerah Kabupaten Pamekasan, Madura. Namun sebelum sampai ke lokasi tujuan, na’as menimpa Slamet Budi Hartono. Pasalnya dia harus meninggal dunia usai ditabrak oleh minibus yang memakan marka jalan dari arah yang berlawanan.

Slamet Budi Hartono tidak sendiri, temannya yang juga asal Kraksaan yakni Andrean Susanto (22) juga meninggal dunia. Saat itu, Andrean Susanto mengendarai motor dengan nopol N 2123 NBD berboncengan dengan Susi (50) dan Reni (13). Disisi lain juga ada Hairil (30), warga Desa Plampaan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang yang mengendarai motor nopol L 6150 JN berboncengan dengan Syafiuddin (30) juga ikut meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Selain korban meninggal dunia, insiden tersebut juga menyebabkan empat korban mengalami luka-luka. Yakni, Susi (50), Reni (13), Rika Aristi (39) dan Jefri (7). Mereka semuanya warga Jalan Ir. H. Juanda Kecamatan Kraksan Kabupaten Probolinggo. Serta Safiuddin, warga Desa Plampaan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang.

Saat ini Susi dan Renita masih kritis, sementara Jefri (7) mengalami gegar otak. Sedangkan Ika Aristi istri dari Slamet Budi Hartono mengalami patah tulang yang masih di rawat intensif di rumah sakit Surabaya.

Agus Nandianto (50), keluarga korban kepada kabarpas.com mengatakan bahwa keluarganya tidak menyangka akan terjadi musibah seperti ini. Terlebih sekeluarga tidak ada firasat atau mimpi sebelumnya.

“Mereka berangkat dari rumah (Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Red) sekitar pukul 04.00 WIB menuju Madura. Tiba di Jembatan Suramadu sekitar pukul 07.00 WIB. Disana mereka masih bersenda gurau sambil melepas lelah. Namun kemudian mereka berangkat takut kesiangan sampai di Pamekasan,” kata Agus, Selasa (26/12/2017).

Menurut Agus, kecelakaan itu berawal saat minibus yang berusaha menyalip kendaraan truk di depannya. Saat mengambil haluan, kendaraan itu terlalu ke kanan. “Dari arah berlawanan ada tiga kendaraan bermotor yang melaju sehingga menabrak motor saudara kami dari arah berlawanan,” terangnya.

Saat itu ada tiga kendaraan bermotor yakni motor nopol N 2123 NBD dikendarai oleh Andrean Susanto berboncengan dengan Susi dan Reni. Kemudian motor nopol N 3625 MC dikendarai Slamet Budi Hartono membonceng Rika Aristi dan Jefri.

“Penyebab kecelakaan tersebut karena minibus memakan badan jalan ke sisi kanan yang saat itu berjalan dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi. Sempat ngerem tapi alasannya rem blong,” ungkap Agus. (fudz/nis)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya

Cerdas Berdemo, Mahasiswa Harus Tingkatkan Reponsif Membaca dan Diskusi

27 September 2019 - 09:42

Tips Menambah Daya Ingat

19 Desember 2018 - 12:55

Inilah 5 Tips Aman Pencopet Saat Libur Lebaran

18 Juni 2018 - 16:15

Sungai Dayang, Potensi Wisata Kabupaten Pasuruan yang Belum Dilirik

1 April 2018 - 17:42

Liga Champions 2018 Babak 16 Besar Akan Dimulai Dini Hari Nanti

6 Maret 2018 - 19:43

Denting Waktu

7 Januari 2018 - 19:07

Trending di Teras