Oleh: Baihaqy Mukhammad, Grati Pasuruan
(Kabarpas.com) – BERKALI-KALI pacaran sama cewek yang tinggal satu kota, tapi enggak pernah bisa lama. Selalu aja putus di tengah jalan. Entah karena udah enggak cocok, bosan, atau justru naksir orang lain.
Yang ini beda, udah dua tahun LDR [Long Distance Relationship], tapi kepikiran untuk mendua pun tak pernah.
Bawaannya ingin setia dan bikin pembuktian sendiri kalau bisa pacaran lama. Sebenarnya belum tau juga sih hubungan yang [mungkin]serius ini mau dibawa kemana. Ayu belum mau nikah buru-buru, tapi kita mau saling menunggu.
Mungkin yang terakhir ini yang bikin betah, jalanin hubungan santai-santai aja. Yah, walaupun Malang-Banjarmasin terbilang sulit sih, jarak yang jauh dan waktu yang lama. Tapi, semuanya santai, jalan sebagaimana mestinya. Yang penting memang saling percaya dan asupan cinta yang porsinya tidak bisa ditawar lagi.
Untunglah segala komposisi yang perlu, bisa aku dapat kali ini. Soal kangen jangan ditanya, yang satu ini yang bikin galau setengah gila.
Beberapa perasaan memang hanya bisa ditenangkan oleh peluk dan temu, beberapa sisanya harus pandai dipendam dalam pengharapan. Seringnya sih, memang yang kedua yang diterapkan.
Aku jarang sekali menuntut Ayu untuk ada di sampingku, walaupun kadang aku memintanya datang hanya untuk menonton aku yang sedang berlaga sepak bola. Dimana-mana memang hubungan perlu care, misalnya aku dan Ayu. LDR memang bergantung pada seperti apa pasangan yang kita dapatkan, kalau dapat yang rewel dan enggak mau ngerti, ya.. wassalam…!
Tanpa aku prediksikan, ternyata sampai juga aku dan Ayu pada tahun kedua kami pacaran. Padahal sebelumnya, kami tidak berani banyak berharap. Lewat tahun pertama aja udah syukur banget.
Tahun kedua ini rasanya mungkin Cuma bonus dari Tuhan atas kesabaran kami menjalankan semua ini. Kepercayaan yang tidak disalahgunakan, kasih sayang yang tidak pernah kurang, juga pengertian yang tidak punya kedaluwarsa.
___________________________________
*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.












