Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 24 Sep 2018

Lebih Dekat dengan David Jacobs, Atlet Andalan Indonesia Cabang Tenis Meja


Lebih Dekat dengan David Jacobs, Atlet Andalan Indonesia Cabang Tenis Meja Perbesar

Reporter : Abraham Al-Fath

Editor : Titin Sukmawati

 

Jakarta, Kabarpaa.com – David Jacobs menjadi andalan Indonesia untuk meraih medali emas dari cabang tenis meja pada Asian Para Games 2018 di Jakarta, 6-13 Oktober mendatang. Atlet DKI Jakarta itu akan mengikuti dua nomor yakni tunggal putra dan ganda putra berpasangan dengan Komet Akbar.

Atlet kelahiran Ujung Pandang, 21 Juni 1977 mulai mengenal tenis meja sejak berumur 10 tahun, mengikuti jejak ketiga kakaknya. Dia kemudian bergabung dengan Klub PTP Semarang pada usia 11 tahun dan pernah menjadi juara tenis meja tingkat SD se-Jawa Tengah.

Kemampuannya semakin berkembang setelah pindah ke Jakarta ketika duduk di bangku kelas 1 SMP. Meski memiliki masalah fungsional pada salah satu tangannya, tak menghalangi David untuk mengukir prestasi.

Kegigihan David menekuni tenis meja mengantarkan dirinya menjadi bagian dari tim yunior DKI Jakarta dan mendapat kesempatan menimba ilmu di Beijing, China selama 6 bulan pada 1997. Setelah itu, dia menjadi juara nasional untuk kali pertama dan mewakili timnas di Kuala Lumpur, Malaysia.

David sempat bertanding pada lima edisi SEA Games yakni 2001, 2003, 2005, 2007, dan 2009. Pencapaian terbaiknya pada pesta olahraga se-Asia Tenggara adalah medali perak. Setelah itu dia memutuskan untuk bertanding di ajang olahraga untuk difabel pada 2009.

Pada 2010, David resmi menjadi anggota National Paralympic Committee (NPC) kelas TT 10, klasifikasi bagi atlet dengan tingkat disabilitas paling ringan. Sedangkan klasifikasi 1-5 untuk atlet berkursi roda.

Tak butuh waktu lama, David langsung menunjukkan prestasinya dengan meraih medali perunggu Asian Para Games 2010 di Guangzhou, China. Padahal persiapannya saat itu terbilang singkat, hanya sekitar satu bulan. David mencetak sejarah dengan menjadi atlet tenis meja Indonesia pertama yang meraih medali pada Paralimpiade London, Inggris 2012.

Pada Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, David menyabet medali emas. Dua tahun kemudian, dia bertanding di nomor ganda campuran Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat pada 2016 dan juga meraih medali emas.

Selain itu, David meraih medali emas nomor tunggal putra di Asean Para Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dia juga menjadi pemenang Kejuaraan Dunia di Las Vegas, Amerika Serikat pada 2018 di nomor tunggal putra.

Berdasarkan data terkini ITTF, David menempati peringkat ketiga petenis meja difabel klasifikasi 10 dunia di bawah Patryk Chojnowski (Polandia) dan Yang Ge (China). (fat/tin).

Artikel ini telah dibaca 73 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA