Pasuruan, Kabarpas.com – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan melaksanakan giat bersih-bersih lokasi terdampak tanah longsor di Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, pada Rabu (10/12/2025). Aksi ini dilakukan untuk membantu pemulihan lingkungan pascalongsor dan memastikan area aman bagi warga.
Musibah longsor yang terjadi pada Jumat malam (5/12/2025) menewaskan seorang peternak, Sueb (46), yang tertimbun saat berusaha menyelamatkan lima ekor sapi miliknya dari kandang yang berada tepat di bawah tebing. Tebing tersebut tiba-tiba ambrol akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat sejak sore hari.
Dalam kegiatan bersih-bersih ini, H. Holili selaku Bendahara LPBINU Kabupaten Pasuruan turun langsung ke lapangan memimpin koordinasi relawan. Ia bersama tim LPBINU bergerak bersama Bagana, Banser, perangkat desa, dan warga setempat membersihkan material longsor, membuka akses jalan, serta memeriksa area rawan untuk mengantisipasi longsor susulan.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami dari LPBINU. Kami hadir untuk mendampingi warga yang sedang mengalami musibah, sekaligus memastikan lingkungan kembali aman,” ujar H. Holili saat berada di lokasi.
Selain melakukan pembersihan, relawan LPBINU, Bagana, dan Banser juga membantu warga memindahkan material yang berpotensi membahayakan dan memberikan edukasi kesiapsiagaan sederhana terkait tanda-tanda pergerakan tanah.
LPBINU Kabupaten Pasuruan mengimbau warga Tlogosari dan daerah lereng Bromo lainnya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kehadiran relawan diharapkan membantu mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat semangat gotong-royong warga. (Zam/Ian).

















