Reporter : Sugeng Hariyono
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Usai melaksanakan salat Idul Fitri (Ied) dan saling bermaaf-maafan kepada orang tua, saudara, dan tetangga. Umat muslim di Pasuruan memiliki tradisi tersendiri yang sejak dulu hingga sekarang masih dipertahankan. Yakni, nyekar ke makam orang tua atau pun kerabat mereka yang sudah meninggal dunia.
Seperti yang terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam yang ada di wilayah Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang sejak Jumat (15/06/2018) pagi dipadati oleh ribuan penziarah yang datang dari berbagai tempat.
Mereka datang bersama keluarga, anak dan istrinya. Sesampainya di makam yang dituju, mereka langsung menaburkan bunga (nyekar), dan ada juga yang kemudian melanjutkannya dengan baca doa dan tahlil.
“Sudah tradisi sejak dulu, saat Idul Fitri saya dan anak cucu selalu nyekar setelah selesai salat Idul Fitri,” ujar Abdur Rohim, salah satu peziarah asal Kebonagubg kepada Kabarpas.com. (yon/gus).

















