Jakarta, Kabarpas.com — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya penanaman nilai-nilai kepemimpinan berkeadilan dan berkeadaban sejak dini kepada generasi muda. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (AKMINAS) 2025 yang diikuti ratusan mahasiswa lintas iman dan kampus dari seluruh Indonesia.
“Forum ini bukan sekadar seremoni. Tetapi bagian dari komitmen untuk memastikan dunia pendidikan sebagai ruang aman, setara, dan inklusif — bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan penuh penghargaan terhadap keberagaman,” ujar Arifah saat menjadi narasumber dalam akminas 2025.
AKMINAS menjadi wadah strategis bagi para pemimpin organisasi mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) di bawah Kementerian Agama. Tahun ini, sebanyak 100 peserta terpilih mengikuti program tersebut setelah melalui seleksi ketat yang digelar oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.
Menurut Arifah, mahasiswa bukan hanya dituntut cerdas secara intelektual, tapi juga harus memiliki sensitivitas sosial dan keberpihakan terhadap isu-isu kemanusiaan.
“Kami ingin melahirkan pemimpin yang berani memperjuangkan kesetaraan gender, perlindungan anak, dan nilai-nilai keadilan di tengah komunitasnya,” tegasnya.
AKMINAS 2025 tidak hanya mengangkat isu kepemimpinan, tetapi juga memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam membangun Indonesia yang inklusif, adil, dan beradab.(np/ian).

















