Laporan : Moch Wildanov, Wartawan Kabarpas biro Probolinggo
KABARPAS.COM – KONDISI Mbah Madla, 80 tahun, warga Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo ini kondisinya sangat memprihatinkan. Betapa tidak? Di usianya yang senja dirinya hidup sebatangkara dan harus mendapat bantuan orang lain.
Bahkan, untuk keperluan sehari-hari seperti makan dan minum harus menunggu belas kasihan dari orang lain.
Janda tanpa anak di saat fisiknya mulai menurun dimakan usia terpaksa kemanapun harus dipapah.
Buama salah satu tetangga Madla mengatakan bahwa untuk makan Mbah Madla dibantu oleh tetangganya.
“Makan dan minum dibantu tetangga dan warga. Kasihan melihatnya hidupnya sendiri. Memang ada bantuan tapi raskin, dan lainya setahu saya tidak ada,” katanya kepada Kabarpas.com
Tidak itu saja, rumahnya yang sangat sederhana mulai lapuk dimakan usia, sehingga warga dan tetangga yang iba terpaksa membuatkan gubuk sederhana yang letaknya di samping rumahnya.
Meski kecil tanpa ada ruang tamu dapur. Namun, gubuk berukuran 3 x 4 meter ini paling tidak bisa menjadi tempat berlindung Mbah Madla dari sengatan matahari dan dinginya angin malam.
Melihat kondisi Mbah Madla yang memprihatinkan itu, memaksa Polres Probolinggo turun tangan untuk membantu.
“Ini adalah hanya rasa kemanusiaan dan polri sebagai pengayom masyarakat ikut peduli. Kita bedah rumah mbah Madla agar paling tidak bisa tinggal seperti warga lainya. Dan kita usahakan secepatnya agar rumah mbah Madla cepat selesai,” ujar Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurnianto. (***/Titin Sukmawati).

















