Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Advertorial · 2 Nov 2023

Novita Hardini Berbagi Kisah Suksesnya di Trenggalek Saat Kunker ke Kabupaten Ngawi


Novita Hardini Berbagi Kisah Suksesnya di Trenggalek Saat Kunker ke Kabupaten Ngawi Perbesar

Trenggalek, kabarpas.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi dan berbagi kisah suksesnya.

Kunker tersebut dimaksudkan untuk merajut tali silahturahmi dengan sesama kolega di Jatim dan langsung disambut oleh Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi, yakni Ana Ony Anwar beserta jajaran.

Novita mengatakan, kadang orang menganggap PKK dengan sebelah mata, namun setelah dikaji ternyata peran luar biasa.

PKK di Kabupaten Trenggalek telah menginisiasi lahirnya sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan lainya, atau sering disebut dengan Sepeda Keren.

Sepeda Keren tersebut bukanlah sepeda yang dihiasi atau sepeda mahal kelihatan keren, namun Sepeda Keren adalah vokasi dimana tujuannya untuk meningkatkan kapasitas perempuan atau kelompok rentan agar bisa lebih berdaya di kelurganya.

Sepeda Keren sendiri pernah dinobatkan sebagai inovasi terbaik dalam Kompetisi Inovasi Publik (Kovablik) Jatim.

Novita menegaskan jika Sepeda Keren bukan hanya keren-kerenan, tapi juga melahirkan Musrena Keren ( Musyawarah Perencanaan Perempuan, anak dan kelompok rentan ) dan merupakan satu-satunya di tanah air. Dimana perempuan dan kelompok rentan diberi ruang dalam pembangunan.

“Trenggalek punya musrena keren dan merupakan ikon Trenggalek yang lahir dari PKK nya Trenggalek, “imbuhya.

Selanjutnya dia menyampaikan, perempuan, anak, difabel di desanya bisa usul dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Kelompok ini diberi ruang dan terbukti bisa berdampak signifikan.

Ditambahkan dia, tak kalah penting peran PKK saat ini adalah mencegah perkawinan anak. Selain rahim belum siap juga berpotensi menciptakan kemiskinan baru.

“Kita membangun komitmen semua lini di setiap desa melalui Dasawisma untuk mencegah perkawinan anak. Tahun 2022 hingga tahun 2024 stop perkawinan anak menjadi program utama dan masih menjadi prioritas untuk terus ditekan dan berhasil turun dari 14 persen menjadi 2 persen, “tutupnya (ADV/Sumber : Prokopim Kabupaten Trenggalek).

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Kepesertaan JKN Sentuh 99,96 Persen, BPJS Kesehatan Pasuruan Fokus Kejar Target Keaktifan Kartu

25 Juni 2026 - 09:32

Warga Desak Penutupan Wisata Kali Jompo, Keluhkan Kemacetan hingga Pengelolaan yang Tak Jelas

24 Juni 2026 - 16:20

45 Tim Mahasiswa Jatim dan NTT Ikuti Seleksi Regional Astra Honda SDGs Future Leaders 2026

24 Juni 2026 - 14:52

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Dorong UMKM Naik Kelas, DKUPP Kabupaten Probolinggo Fasilitasi Legalitas Usaha dan Produk Bagi Pedagang Pasar

24 Juni 2026 - 10:50

Berawal dari TSM Honda, Firky Juni Nuryahya Kini Menjadi Service Advisor Berprestasi di Jaringan AHASS

24 Juni 2026 - 08:01

Trending di Kabar Otomotif