Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 22 Agu 2021

PCNU Kota Pasuruan Gelar Sarasehan Muslim Milenial Nusantara


PCNU Kota Pasuruan Gelar Sarasehan Muslim Milenial Nusantara Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – PCNU Kota Pasuruan menggelar Sarasehan Milenial Muslim Nusantara bertajuk ”Generasi Muslim Milenial di Tengah Arus Globalisasi dan Bonus Demografi”. Kegiatan sarasehan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1443H dan HUT ke-76 RI. Acara ini berlangsung di Aula PCNU Kota Pasuruan.

Rois Syuriah PCNU Kota Pasuruan KH. Abdul Halim Mas’ud (Gus Halim) menyampaikan, acara sarasehan ini untuk memahami terkait Aqidah sehat. Ia juga menyampaikan anak muda NU harus berpegang pada aqidah.

Sarasehan ini dihadiri dua Narasumber yakni Ketua PCNU Kota Pasuruan KH. M. Nailur Rochman, S.IP., M.Pd.I (Gus Amak) dan Hasanuddin Ali CEO Alvara Research Centre.

Hasanuddin Ali CEO Alvara Research Centre memberikan materi terkait Indonesia Emas:Isu dan Tantangan Masa Kini.

Ia menyampaikan bahwa banyak negara yang belajar perdamaian kepada NU. Banyak hal yang dapat dipelajari di NU, sebagai anak muda NU seharusnya hal tersebut dapat dijadikan sebagai kekuatan.

“Karena NU bisa beradaptasi dan kompatible dengan segala jaman. Sehingga, sebagai anak muda Nu dapat menjawab tantangan segala jaman,” terangnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua PCNU Kota Pasuruan dengan materi Pemuda dan Globalisasi What to do? Gus Amak sapaan akrab KH Nailurochman menjelaskan bahwa ada 3 madzab globalisasi yakni hiperglobalis, skeptis dan transfomasionalis.

“Selain memberikan dampak positif yang signifikan Globalisasi juga memberikan dampak negatif,” ujar Gus Amak

“Sebab globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebangsaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Amak menjabarkan masalah apa yang saja ditimbukan akibat dampak globalisasi tersebut.

“Misalnya saja hilangnya nilai budaya asli suatu daerah atau suatu bangsa, terjadinya degradasi nilai-nilai kebangsaan, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, serta hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong, hilangnya kepercayaan diri serta gaya hidup yang lebih condong ke barat-baratan,” pungkasnya. (fit/tin).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

Trending di Berita Pasuruan