Pasuruan, Kabarpas.com – PCNU Kota Pasuruan menggelar Sarasehan Milenial Muslim Nusantara bertajuk ”Generasi Muslim Milenial di Tengah Arus Globalisasi dan Bonus Demografi”. Kegiatan sarasehan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1443H dan HUT ke-76 RI. Acara ini berlangsung di Aula PCNU Kota Pasuruan.
Rois Syuriah PCNU Kota Pasuruan KH. Abdul Halim Mas’ud (Gus Halim) menyampaikan, acara sarasehan ini untuk memahami terkait Aqidah sehat. Ia juga menyampaikan anak muda NU harus berpegang pada aqidah.
Sarasehan ini dihadiri dua Narasumber yakni Ketua PCNU Kota Pasuruan KH. M. Nailur Rochman, S.IP., M.Pd.I (Gus Amak) dan Hasanuddin Ali CEO Alvara Research Centre.
Hasanuddin Ali CEO Alvara Research Centre memberikan materi terkait Indonesia Emas:Isu dan Tantangan Masa Kini.
Ia menyampaikan bahwa banyak negara yang belajar perdamaian kepada NU. Banyak hal yang dapat dipelajari di NU, sebagai anak muda NU seharusnya hal tersebut dapat dijadikan sebagai kekuatan.
“Karena NU bisa beradaptasi dan kompatible dengan segala jaman. Sehingga, sebagai anak muda Nu dapat menjawab tantangan segala jaman,” terangnya.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua PCNU Kota Pasuruan dengan materi Pemuda dan Globalisasi What to do? Gus Amak sapaan akrab KH Nailurochman menjelaskan bahwa ada 3 madzab globalisasi yakni hiperglobalis, skeptis dan transfomasionalis.
“Selain memberikan dampak positif yang signifikan Globalisasi juga memberikan dampak negatif,” ujar Gus Amak
“Sebab globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebangsaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Amak menjabarkan masalah apa yang saja ditimbukan akibat dampak globalisasi tersebut.
“Misalnya saja hilangnya nilai budaya asli suatu daerah atau suatu bangsa, terjadinya degradasi nilai-nilai kebangsaan, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, serta hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong, hilangnya kepercayaan diri serta gaya hidup yang lebih condong ke barat-baratan,” pungkasnya. (fit/tin).

















