Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 1 Okt 2025

Pemkab Jember Fasilitasi Pembukaan Rekening Guru Ngaji di Delapan Kecamatan


Pemkab Jember Fasilitasi Pembukaan Rekening Guru Ngaji di Delapan Kecamatan Perbesar

Rabu, 01 Oktober 2025 – 15.38 | 694 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Menjelang pencairan honorarium tahap kedua, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memfasilitasi pembukaan rekening bank bagi ribuan guru ngaji yang tersebar di delapan kecamatan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem penyaluran dana. Dengan melibatkan Bank Jatim, Pemkab Jember memastikan bahwa proses pembayaran honor lebih transparan, efisien, dan langsung menyasar penerima manfaat. Mekanisme ini sekaligus menjawab tantangan lama terkait birokrasi yang kerap dianggap berbelit.

Kepala Bagian Kesra Setda Jember, Nurul Hafid Yasin menyampaikan bahwa pembukaan rekening baru digelar serentak di delapan kecamatan. Dari data yang dihimpun, Kecamatan Bangsalsari tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 334 orang. Sementara itu, Puger sebanyak 269 orang, Ajung 214 orang, Rambipuji 185 orang, Gumukmas 185 orang, Umbulsari 192 orang, Silo 136 orang, dan Arjasa 53 orang.

Hafid menekankan, sistem pencairan berbasis rekening bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga menutup peluang terjadinya potongan yang tidak semestinya. Dengan begitu, hak guru ngaji bisa diterima penuh sesuai ketentuan. “Sistem ini praktis, transparan, dan menjamin akuntabilitas,” ujarnya.

Bagi para guru ngaji, mekanisme baru ini dirasakan sebagai penyederhanaan yang nyata. Muhammad Abi Yazid pengajar muda asal Kecamatan Rambipuji, menuturkan bahwa prosesnya cukup singkat. Informasi awal ia terima melalui ponsel, kemudian diarahkan ke kantor kecamatan untuk melengkapi data. Setelah itu, rekening barunya di Bank Jatim langsung aktif.

Abi Yazid yang sejak lama mengajar di Pondok Pesantren Asunia, Kencong, memandang tugasnya sebagai jalan ibadah. Honorarium dari pemerintah dianggap sebagai bonus tambahan yang memperkuat semangatnya dalam mendidik generasi muda.

Program honorarium guru ngaji di Jember bukan hanya bentuk penghargaan finansial. Pemerintah daerah berharap langkah ini menjadi motivasi moral bagi para pengajar untuk terus menebarkan ilmu agama di tengah masyarakat. Dengan sistem pencairan yang semakin tertib, diharapkan pula tumbuh kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam memperhatikan kebutuhan tenaga pengajar agama.

Ribuan guru ngaji di Jember yang segera menerima honorarium tahap kedua ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada retorika. Sebaliknya, langkah konkret seperti fasilitasi pembukaan rekening massal menunjukkan adanya upaya serius untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih profesional sekaligus memberdayakan pejuang ilmu agama di tingkat akar rumput. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya

Baret Rescue Turunkan Tangki Air untuk Warga Jember yang Kekurangan Air Bersih

29 September 2026 - 14:04

Stylo Sound Ride #TunjukkanStyleLoNyanyi, Padukan Musik dan Gaya Retro Honda Stylo 160 di Jember

29 September 2026 - 14:00

Semarak Kompetisi dan Aksi Supporter Warnai Honda DBL 2026 East Java – East di Jember

29 September 2026 - 13:54

HPN 2026, BRI Jember Turun Langsung Sapa dan Dengarkan Nasabah

29 September 2026 - 13:48

PWRI Jember Dikukuhkan, Para Pensiunan Diminta Tetap Berkontribusi

29 September 2026 - 09:55

KUTT Suka Makmur Jadi Pusat Perhatian Parlemen dan Kementan, Buktikan Kesiapan Topang Kemandirian Susu Nasional

29 September 2026 - 09:31

Trending di Berita Pasuruan