Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasyah
Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) secara resmi melaunching (rilis) program pendidikan berkelanjutan meliputi Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M), Desa Vokasi dan Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) di Balai Desa Randujalak Kecamatan Besuk.
Kegiatan ini diikuti oleh 200 orang peserta terdiri dari program Desa Vokasi bidang ketrampilan olahan makanan satru dan sagon sebanyak 100 orang perempuan dan PKH-P untuk 5 (lima) lembaga sebanyak 100 orang.
Program pendidikan berkelanjutan yang dirilis secara resmi oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo Hasin, Camat Besuk Teguh Prihantoro, Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo dan Kepala Desa Randujalak Anis Nurhainis.
Ketua panitia Herry Eko Purnomo mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kecakapan personal, akademik, sosial dan vokasional perempuan mandiri dan mengurangi potensi dampak resiko sosial kelompok perempuan.
“Selain itu, meningkatkan potensi sumber daya alam (SDA) melalui berbagai kegiatan ketrampilan serta memotivasi pemerintah daerah dalam kegiatan pemberdayaan perempuan melalui penyusunan rencana aksi daerah,” ujarnya.
Menurut Eko, pendidikan berkelanjutan merupakan langkah yang tepat dalam upaya peningkatan SDM. Pendidikan berkelanjutan memiliki bidang garapan yang sangat luas, karena itu diperlukan harmonisasi program-program di bidang pendidikan berkelanjutan.
“Dimensi pendidikan berkelanjutan mewadahi program-program antara lain pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, pendidikan pemberdayaan perempuan dan berbagai pendidikan vokasi,” jelasnya.
Eko menerangkan dalam konteks pendidikan berkelanjutan yang dimaksud adalah lebih menekankan pada upaya peningkatan pendidikan pemberdayaan perempuan. Oleh karenanya yang menjadi lingkup dari program ini meliputi PKH-P dan pendidikan vokasi yang dikemas dalam kegiatan program Desa Vokasi. Berbagai program tersebut membawa misi bagaimana upaya-upaya yang akan dilakukan dalam peningkatan pendidikan pemberdayaan perempuan.
Sementara Camat Besuk Teguh Prihantoro menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Probolinggo dalam hal ini Dinas Pendidikan karena Kecamatan Besuk, khususnya Desa Randujalak mendapatkan program Desa Vokasi. “Kepada masyarakat saya meminta ayo manfaatkan program Desa Vokasi untuk membangun Desa Randujalak lebih baik,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan pendidikan berkelanjutan merupakan kesempatan belajar bagi orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan tanpa adanya batasan usia dan ruang dengan kata lain sepanjang hayat.
“Tujuan pendidikan berkelanjutan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Menurut Dewi, pendidikan berkelanjutan ini sasarannya kaum perempuan. Hal ini dikarenakan fungsional perempuan dalam keluarga sangat mempengaruhi kesejahteraan keluarga. Serta ekosistem pendidikan berkelanjutan yang berimbas pada pendidikan generasi berikutnya.
“Lingkup pendidikan berkelanjutan meliputi Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M), Desa Vokasi dan Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P),” jelasnya.
Dewi menjelaskan kegiatan GP3-Mandiri berupa sarasehan bagi dari warga belajar Desa Vokasi dan PKH-Perempuan serta Pameran Produk hasil ketrampilan dari Desa Vokasi dan PKH-Perempuan. “Rencana lokasi kegiatan GP3-Mandiri di halaman depan Ekks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu pada 22 September 2018,” tegasnya.
Selanjutnya, Desa Vokasi merupakan kawasan desa/kelurahan yang mengembangkan layanan pendidikan keterampilan (vokasi) dan kelompok-kelompok usaha untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu menciptakan produk/jasa atau karya lain yang bernilai ekonomi tinggi, bersifat unik dengan menggali dan mengembangkan potensi desa yang memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif berbasis kearifan lokal.
“Program Desa Vokasi dilakukan karena sebagian masyarakat miskin Indonesia tinggal di perdesaan dan bekerja pada sektor informal. Desa berpotensi terdapat banyak masyarakat yang yang rendah pendidikan utamannya perempuan. Desa penyumbang tenaga kerja Indonesia, sebagian besar tenaga kerja wanita. Desa memiliki banyak potensi dan kearifan lokal yang dapat dimaksimalkan. Serta layanan pendidikan, pengembangan potensi dan keterampilan, pemberdayaan masyarakat dan rintisan usaha komunitas bagian penting dari Desa Vokasi,” terangnya.
Dewi menambahkan berikutnya adalah PKH-Perempuan yang merupakan pendidikan ketrampilan yang secara praktis dapat membekali warga belajar dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan. Manfaatnya dapat meningkatkan kualitas kecakapan personal, sosial, keterampilan vokasional dan intelektual melalui peningkatan kemampuan pendidikan/ketrampilan vokasi perempuan.
“Manfaat lainnya, mereduksi potensi dampak resiko sosial kelompok perempuan melalui diperolehnya keterampilan vokasional sebagai sarana meningkatkan pendapatan berbasis usaha mandiri atau berkelompok, memfasilitasi terciptanya situasi yang konduksif bagi perempuan keluar dari kondisi rendahnya pendidikan dan ketrampilan yang dialami menuju kehidupan yang lebih bermartabat serta membangun mental mandiri dan wirausaha untuk pemberdayaan, harkat dan martabat perempuan,” tambahnya.
Untuk program Desa Vokasi dilakukan di Desa Randujalak Kecamatan Besuk berupa pengembangan produk kue satru dan sagon oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kraksaan. Kegiatan ini akan dilakukan selama 11 kali pertemuan.
Sementara program PKH-P dilakukan oleh 5 lembaga meliputi Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan berupa ketrampilan olahan makanan berbahan dasar kelor oleh TP PKK Kabupaten Probolinggo, Desa Wangkal Kecamatan Gading berupa ketrampilan batik tulis oleh PKBM Nurul Barokah Gading, Desa Kerpangan Kecamatan Leces berupa ketrampilan hantaran pengantin oleh PKBM Mandiri Leces, Desa Dringu Kecamatan Dringu berupa ketrampilan pengolahan hasil laut oleh PKBM Prima Bakti Dringu dan Desa Gunung Geni Kecamatan Banyuanyar berupa ketrampilan kerajinan tangan dari bambu oleh SKB Kraksaan.
“Kesimpulannya, GP3M merupakan upaya afirmasi perempuan melalui Dinas Pendidikan. Apabila Dinas Pendidikan mendapatkan program GP3M secara otomatis akan mendapat program desa Vokasi dan PKH-P. Kegiatan GP3M merupakan kegiatan daya ungkit untuk mengurangi kesejangan dan diskrimanasi gender. Tujuannya untuk meningkatkan kecakapan personal, akademik, sosial dan vokasional perempuan,” pungkasnya. (mel/nis).

















