Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 22 Mei 2018

Pemkab Probolinggo Jamin Ketersediaan Daging dan Bahan Pangan Asal Hewan


Pemkab Probolinggo Jamin Ketersediaan Daging dan Bahan Pangan Asal Hewan Perbesar

Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Selama bulan suci Ramadhan 1439 H, Pemkab Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menjamin ketersediaan daging dan bahan pangan asal hewan lainnya di pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo.

Hal tersebut didasarkan pada hasil pengawasan daging dan bahan pangan asal hewan di Pasar Leces Kecamatan Leces, Senin (21/5/2018). Pengawasan ini juga melakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Koordinator Pasar Leces.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk mendata berapa jumlah pedagang daging sapi, ayam ras dan buras serta domba dan kambing di pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo.

“Dengan adanya data tersebut, kami bisa melakukan monitoring, evaluasi dan pembinaan kepada para pedagang bahan pangan asal hewan agar menjual daging dan produk pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) di pasar tradisional, sehingga penjaminan keamanan pangan asal hewan di Kabupaten Probolinggo semakin meningkat,” katanya.

Pengawasan ini sangat penting dilakukan untuk menjamin ketersediaan daging dan bahan pangan asal hewan di Kabupaten Probolinggo selama bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah. “Dari sini kami bisa tahu daging dan bahan pangan asal hewan tersebut mencukupi atau tidak,” ungkapnya.

Niko menerangkan bahwa data tersebut sangat berguna sebagai salah satu penyusunan rencana kegiatan tahun 2019 mendatang. Khususnya peningkatan penjaminan pangan asal hewan yang ASUH yang beredar di masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Insya Allah tahun depan kami akan melibatkan lintas sektoral dalam melakukan pengawasan pembinaan dan pendataan di pasar tradisional, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah,” tegasnya.

Kegiatan ini jelas Niko sekaligus untuk melihat apakah ada peredaran daging beku import di pasar tradisional dan Kecamatan Leces. Tetapi dari hasil pengawasan ini tidak ditemukan daging beku import.

“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap pengawsasan dan pendataan. Pangan asal hewan semakin mendekatkan koordinasi dan tali silaturahmi antara pelaku usaha, khususnya pangan asal hewan dengan Pemerintah Daerah,” pungkasnya. (mel/nis)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Kawendra Sebut Gus Fawait “Prabowonya Jember”, Puji Gagasan Home Care

24 Juli 2026 - 20:04

Kemenkes Nilai Home Care Jember Bisa Jadi Model Layanan Kesehatan Nasional

24 Juli 2026 - 15:23

Tak Perlu ke Puskesmas, Home Care Jember Hadir di Rumah Warga Jadi Dokter Keluarga

24 Juli 2026 - 15:18

Hadiri Harlah ke-28 PKB, Presiden Prabowo Tegaskan Arah Baru Ekonomi Berpijak pada Amanat Konstitusi

24 Juli 2026 - 10:25

Kota Mojokerto Berkomitmen Dalam Mendukung Transformasi Digitalisasi

24 Juli 2026 - 10:17

Rp2,57 Triliun Investasi Masuk ke Jember: Tumbuh 70,2 Persen dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta

23 Juli 2026 - 14:59

Trending di KABAR NUSANTARA