Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 22 Mei 2018

Pemkab Probolinggo Peringati Harkitnas ke-110


Pemkab Probolinggo Peringati Harkitnas ke-110 Perbesar

Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Senin (21/5/2018) pagi memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 dalam sebuah upacara di halaman Kantor Bupati Probolinggo. Peringatan Harkitnas ini mengambil tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital”.

Upacara ini ini diikuti oleh para pejabat dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono.

Dalam peringatan Harkitnas ke-110 ini semua petugas upacara berasal dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo. Komandan Upacara dipercayakan kepada Wahyu Hidayat (Kasi Informasi Publik), Pembaca Undang-undang Dasar (UUD) Tahun 1945 adalah Dody Kasman (Kasi Media Publik) serta dirigen adalah staf Diskominfo Widya Prabandari.

Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono ketika membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan tema dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha maupun masyarakat sendiri.

“Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia,” ujarnya.

Oleh sebab itu Soeparwiyono mengajak semua untuk menjauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi dan mendapatkan manfaat darinya. “Tidak ada satu pihak yang tanggung jawabnya lebih besar daripada yang lain untuk hal ini,” terangnya.

Dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah. Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, dengan keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa.

“Seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia yang serbadigital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita,” tegasnya. (mel/nis)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Kawendra Sebut Gus Fawait “Prabowonya Jember”, Puji Gagasan Home Care

24 Juli 2026 - 20:04

Kemenkes Nilai Home Care Jember Bisa Jadi Model Layanan Kesehatan Nasional

24 Juli 2026 - 15:23

Tak Perlu ke Puskesmas, Home Care Jember Hadir di Rumah Warga Jadi Dokter Keluarga

24 Juli 2026 - 15:18

Hadiri Harlah ke-28 PKB, Presiden Prabowo Tegaskan Arah Baru Ekonomi Berpijak pada Amanat Konstitusi

24 Juli 2026 - 10:25

Kota Mojokerto Berkomitmen Dalam Mendukung Transformasi Digitalisasi

24 Juli 2026 - 10:17

Rp2,57 Triliun Investasi Masuk ke Jember: Tumbuh 70,2 Persen dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta

23 Juli 2026 - 14:59

Trending di KABAR NUSANTARA