Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 18 Okt 2018

Pemuda Milenial dalam Peradaban Dunia


Pemuda Milenial dalam Peradaban Dunia Perbesar

Reporter : Acmad Rofiek

Editor : Titin Sukmawati

 

Surabaya, Kabarpas.com – Dalam rangka memakmurkan masjid dan mengajak para pemuda milenial mencintai masjid. Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menggelar Talkshow Internasional bersama Ketua Forsimas (Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Serantau) Malaysia. Acara yang dihadiri para remaja dan karyawan masjid ini dilaksanakan di Gedung Marwah MAS (17/10).

Dalam sambutan selamat datang kepada Ketua Forsimas Malaysia, Direktur Utama MAS mengatakan bahwa masjid Al-Akbar Surabaya adalah terbesar kedua setelah Masjid Istiqlal.

“Dalam mengelola masjid ini kami menggunakan kedekatan manajemen modern,” kata H Endro Siswantoro di depan Dr Moh Nawar bin Arifin, Ketua Forsimas Malaysia ini.

Menurut pria berusia 71 tahun ini mengatakan masjid sebagai tempat utama dalam peradaban Islam. Masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah semata, namun fungsi masjid sangat banyak, di antaranya sebagai pusat pendidikan, kesehatan, merumuskan tatanan negara hingga perekonomian, fungsi itu ada pada Rasulullah.

“Begitu juga Masjid Al Akbar ini, ada pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sosial,” terangnya.

Talkshow Internasional yang mengangkat tema Peranan Pemuda dalam Peradaban Dunia di Era Milenial ini, Dr Moh Nawar mengatakan ada tiga poin yang akan disampaikan pertama pemuda itu bukan diukur dari usianya tapi kerjanya.

“Ada tiga ciri, yaitu ilmu pemuda itu harus punya dasar ilmu, energi dan berjamaah jangan dilupakan. Apa artinya pemuda harus kompak jangan egoistik,” kata Nawar mengawali materinya.

Kedua dalam peradaban dunia, kalau ingin mengubah peradaban maka keluarlah dari tempurungnya. Berusahalah keluar dari kepompong jangan sampai belum apa-apa sudah mengatakan capek. Ciptakan keluarbiasaan atau keistimewaan di dunia ini.

Ketiga, kata milenial ini sudah akrab di telinga semua orang. Generasi Milenial ini adalah generasi yang tidak mengenal batas. Tidak mengenal batasannya.

“Saat ini eranya Internet yang notabene tidak kenal batas. Semuanya bisa mengakses dan bisa mengshare. Pemuda harus harus paham era milenial agar bisa berperan di peradapan dunia. Mengandalkan kecepatan,” pesannya. (fiq/tin).

Artikel ini telah dibaca 48 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA