Pesona Gunung Bromo seakan tak pernah pudar dan selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Sehingga tak heran bila di objek wisata ini kerap menjadi alternatif tersendiri bagi para wisatawan untuk merayakan tahun baru mereka. Seperti apa keramaian gunung yang menjadi salah satu objek wisata terpopuler di dunia ini di saat tahun baru 2019. Berikut laporannya.
________________________________________
Laporan : Moch Wildanov, Wartawan Kabarpas biro Probolinggo.
________________________________________
KABARPAS.COM – WISATA Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo masih menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk merayakan pergantian tahun baru 2018 – 2019.
Dampak dari banyaknya jumlah pengunjung untuk merayakan momen pergantian tahun berimbas pada kemacetan jalur menuju wisata ini.
Titik macet berada di kawasan pintu masuk seruni point, Cemoro Lawang dan Ngadisari.
Bahkan, waktu bersamaan pengunjung untuk meninggalkan dan mendatangi kawasan Bromo, menjadikan jalur sempit serta ramainya pengunjung diduga menjadi pemicu kemacetan ini.
“Macet mas, tidak bisa turun, saya sudah setengah jam di Ngadisari dan Bromo memang Ramai,” ujar Firman pengunjung asal Krian Sidoarjo ini.
Kepada wartawan Kabarpas, Firman mengaku memilih Bromo untuk liburan tahun baru, karena ia ingin sekali melihat sunrise (matahari terbit).
“Saya memang sengaja merayakan tahun Baru di Bromo karena ingin melihat matahari terbit pertama kali di sini,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Ega Prayudi menjelaslan, trouble di kawasan Bromo memang selalu terjadi di saat perayaan pergantian tahun.
Untuk mengantisipasi pihaknya sudah mengerahkan total sekitar 15 personil dari Polres dan Satlantas sejak H -2. Personil tersebut telah ditempatkan di titik yang sering terjadi macet seperti Wonokerto, Ngadisari, dan pintu masuk untuk mengurai kemacetan.
“Diharapkan kedisiplinan pengendara dan sikap emosi tidak saling mendahului agar kemacetan segera tertangani, ” tutupya. (***/titin sukmawati).

















