Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 30 Apr 2023

Perangi Hoaks, Organisasi Lintas Profesi di Jatim Deklarasikan PESAT


Perangi Hoaks, Organisasi Lintas Profesi di Jatim Deklarasikan PESAT Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menginisiasi dan mendeklarasikan Paguyuban Ekosistem Informasi Sehat (PESAT) Provinsi Jawa Timur di Surabaya. PESAT Jawa Timur terdiri atas beragam anggota lintas organisasi dan profesi untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian menjelang Pemilu 2024. Peluncuran PESAT dilakukan secara luring dihadiri 30 organisasi kelompok masyarakat sipil dan akademisi. Deklarasi ditandai dengan tandatangan di atas kain putih.

Peluncuran PESAT Jawa Timur dibuka dengan seminar bertema “Perkuat Kolaborasi Literasi Digital untuk Menjaga Ekosistem Informasi Sehat di Jawa Timur.” Seminar berlangsung hibrida, secara luring di Hotel Harris dan daring. Seminar menghadirkan pembicara Dr. Frida Kusumastuti, M.Si (MAFINDO Wilayah Malang) menyampaikan materi “Tantangan dalam Penyebaran Gangguan Informasi melalui Kecerdasan Buatan”, Dr. Arief Rahman, S.T., M.M. (AMSI Jatim, Komite Komunikasi Digital Jatim) berjudul “Moderasi Konten Media Sosial dalam Demokrasi” dan Cahya Suryani, M.A. (MAFINDO Wilayah Mojokerto) berjudul “Semua Bisa Kena Hoaks.”

Arief Rahman menjelaskan menjelang tahun politik mulai berkelindan hoaks yang diproduksi setiap hari. Belajar dari Pemilu 2014 dan 2019, katanya, hoaks menyebabkan polarisasi.

“Hoaks diproduksi secara cepat, tapi periksa fakta butuh waktu lama bahkan berhari-hari,” katanya.

Apalagi kini, sebanyak 220 juta individu terkoneksi dengan internet sehingga distribusi informasi semakin cepat dan luas. Terjadi banjir informasi, diikuti dengan hoaks dan informasi palsu atau tidak sesui fakta.

“Jika gagal kelola informasi akan menyebabkan_social distrust_ atau ketidakpercayaan sosial,” ujarnya.

Sehingga dibutuhkan kolaborasi dan bergotong royong untuk menangkal hoaks seperti yang dilakukan PESAT Jatim. Bersama lintas organisasi dan profesi melakukan usaha menangkal hoaks dan pendidikan literasi digital.

“Informasi ibarat air dan udara masuk ke tubuh. Jika air kotor akan menjadi racun dalam tubuh,” ujar Arief.

Sementara, Cahya Suryani menjelaskan motif penyebaran hoaks dipengaruhi politik dan ideologi. Pada tahun politik 2018-2019, hoaks politik menempati urutan hoaks tertinggi. Pada 2020, hoaks politik tetap tertinggi sebesar 40,8 persen.

“Pada 2022, hoaks politik tertinggi disusul kesehatan,” sambungnya.

Faktor risiko hoaks menjelang 2024, kata Cahya, akan terjadi polarisasi, upaya delegitimasi Pemilu, politik identitas dan SARA. Lantaran konten moderasi digital belum optimal, humas tidak responsif, hoaks di grup privat sulit dideteksi dan hoaks video yang sulit di-debunk.

Sehingga dibutuhkan prebunking, yakni usaha mencegah sebelum hoaks berkelindan di media sosial. Sehingga dalam Pemilu 2024 dibutuhkan berkolaborasi lintas komunitas untuk menciptakan informasi yang sehat.

Prebunking semacam vaksin untuk mencegah hoaks,” katanya.

Sementara Frida Kusumastuti menjelaskan penyalahgunaan Artificial Intelligence(AI) mulai mewabah. Seperti gambar atau mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditangkap polisi. Ternyata, foto tersebut diolah dengan AI. Sedangkan majalah Die Aktuelle di Jerman, menurunkan wawancara dengan Michael Schumacher pasca koma.

“Ternyata wawancara fiktif menggunakan AI, sampai Pemimpin Redaksi majalah dipecat,” kata Frida.

Frida menyebutkan contoh AI yang digunakan untuk manipulasi dan mengaburkan fakta. Untuk itu, kata Frida, dibutuhkan literasi digital seperti PESAT untuk menjadi moderasi informasi digital.

Koordinator PESAT Wilayah Jawa Timur Yohanes Adven Sarbani berharap masyarakat Jawa Timur turut bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan informatif dan edukatif terkait literasi dan periksa fakta yang diselenggarakan MAFINDO. Setiap individu, katanya, dapat terpapar hoaks dan memungkinkan turut menyebarkan hoaks.

“Tingkat literasi digital masyarakat Indonesia yang rendah menjadi salah satu penyebab penyebaran hoaks mudah meluas dan menjangkau lebih luas dan cepat,” terangnya.

Indeks Literasi Digital 2022 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menempatkan Provinsi Jawa Timur berada dalam 10 Provinsi dengan Literasi Digital tertinggi, dengan skor 3,38.

Hasil survei Indeks Literasi Digital mengindikasikan Jawa Timur berpeluang menggerakan organisasi pemberantas hoaks. Selain itu, juga mempermudah mewujudkannya menjadi wilayah yang minim penyebaran informasi hoaks. Selain PESAT Jawa Timur, MAFINDO menginisiasi PESAT di wilayah Kalimantan Barat, disusul Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Program Manager Media MAFINDO, Dewi Sari menyampaikan Kota Surabaya merupakan kota strategis. Lantaran, sejak 1945 berapi-api mendukung pembaruan.

“MAFINDO berharap PESAT tak hanya hadir di enam kota, tapi bisa di seluruh provinsi untuk menjaga eksosistem informasi sehat,” tutup Dewi. (rls/ian).

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Gus Fawait Pasang Target Besar untuk Direksi Baru Perumda Kahyangan

14 Mei 2026 - 06:27

Jember Kembali Jadi Tuan Rumah Karnaval SCTV 2026, UMKM hingga Wisata Ikut Dipromosikan

13 Mei 2026 - 14:56

Birokrat di Balik PAD Rp1 Triliun Itu Kini Jadi Pj Sekda Jember

12 Mei 2026 - 16:31

Indeks Daya Saing Daerah 2025, Jember Ungguli Banyuwangi

12 Mei 2026 - 10:11

Dispendik Jember Gelar Pameran Pendidikan Hardiknas 2026, Angkat Kreativitas Siswa Lintas Jenjang

12 Mei 2026 - 07:13

BPBD Jember Lakukan Asesmen Cepat Kebakaran Rumah Akibat Gas Bocor di Banjarsengon 

11 Mei 2026 - 08:02

Trending di KABAR NUSANTARA