Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Rabu (2/5/2018) pagi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dalam sebuah upacara di Alun-alun Kota Kraksaan. Peringatan Hardiknas ini mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo. Serta, pengurus PGRI, Himpaudi, IGTKI, GOPTKI, MKKS, MGMP, Koordinator Kecamatan, pengurus Komite Sekolah dan para pemerhati pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
Sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara tersebut Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH, M.Hum. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo.
Terkait tema Hardiknas, Pj Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo mengungkapkan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengajak semua untuk merenungkan berapa eratnya hubungan antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.
“Oleh karena itu, pada Hari Pendidikan Nasional ini mari kita satukan tekad untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan dengan usaha yang keras tak kenal lelah dalam mengabdi di dunia pendidikan,” ungkapnya.
Menurut Tjahjo Widodo, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mencanangkan prioritas pembangunan pada penguatan sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan karakter sebagai bagian dari gerakan nasional revolusi mental.
“Guru, orang tua dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia,” jelasnya.
Tripusat pendidikan itu harus secara simultan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong royong bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa.
“Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang handal serta teknologi pembelajaran yang mutakhir menjadi keniscayaan pendidikan,” terangnya.
Oleh karena itu terang R Tjahjo Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meminta semua pihak harus bergandengan tangan, bahu membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan.
“Kita optimis bahwa Indonesia memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi bangsa besar dan maju, asal kita bersatu padu mewujudkannya,” tegasnya.
R. Tjahjo Widodo menambahkan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengingatkan, pendidikan harus dilakukan secara seimbang oleh tiga jalur, baik jalur formal, non formal maupun informal. Ketiganya diposisikan setara dan saling melengkapi.
“Masyarakat diberi kebebasan untuk memilih jalur pendidikan dan pemerintah memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini juga diserahkan hadiah kepada para pemenang lomba tingkat Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo oleh Pj Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo dan Forkopimda Kabupaten Probolinggo. (mel/nis).

















