Oleh: Sugeng Hariyono, Jurnalis Kabarpas.com
KABARPAS.COM – REVITALISASI Alun-alun kota Pasuruan dan keberadaan Payung Madinah telah berhasil menarik perhatian besar masyarakat. Itu dibuktikan dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan wisata religi yang berada di Alun-alun Kota Pasuruan tersebut.
Tak hanya itu, keberadaan Payung Madinah yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 18 miliar itu juga mampu mendongkrak perekonomian para pelaku pedagang kaki lima (PKL).
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pedagang kopi siap saji, Mutiah (44) asal Bangilan Kota Pasuruan. Ia mengaku sebelum ada Payung Madinah jualannya tergolong sepi, setiap harinya ia cuma bisa mengais keuntungan Rp 150 ribu.
“Alhamdulilah Mas, sejak ada Alun-alun yang bagus dan ada Payung Madinah penghasilan saya bisa sampai Rp 500 ribu lebih setiap harinya,” kata Mutiah kepada Kabarpas.com.
Kini hampir setiap hari kawasan wisata religi tersebut seakan tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Mereka yang biasanya sekedar datang untuk berziarah ke makam KH Abdul Hamid, kini bisa melihat langsung Payung Madinah sekaligus bisa untuk berswafoto.
Namun di balik itu semua ada pekerjaan rumah (PR) besar yang harus dikerjakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan. Salah satunya Pemkot Pasuruan harus melihat kembali mana saja kawasan-kawasan yang perlu diperbaiki atau ditata kembali. Pasalnya, sampai saat ini kerap terjadi kemacetan di kawasan Alun-alun Kota Pasuruan khususnya pada saat libur akhir pekan.
Untuk mencari solusi dalam mengatasi hal tersebut, maka perlu adanya penambahan parkir khusus di kawasan Alun-alun Kota Pasuruan. Sebab jika itu tidak diantisipasi sejak dini, dikhawatirkan kemacetan di kawasan ini akan menjadi tambah parah.
Sementara untuk gedung parkir akan dikelola dari Dinas Perhubungan dan bisa memperkerjakan petugas parkir di area kawasan Alun-alun Kota Pasuruan.
Dari usulan ide seperti ini mudah-mudahan bisa menjadi solusi mengurangi kemacetan dan Kota Pasuruan bisa menjadi kota yang indah, tertib dan tertata rapi. (***).

















