Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Sindikat perampok sadis lintas daerah berhasil dibekuk unit Reskrim Polsek Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
Yang memprihatinkan, dari 5 sindikat pelaku kejahatan yang wilayah operasinya lintas kabupaten ini, eksekutornya masih usia belasan tahun.
Sebut saja Fz, (19) warga Bulujaran, dan Ar (20) warga Tigasan, Kecamatan Tegalsiwalan, keduanya berperan mengambil barang incaranya dan setelah berhasil langsung diserahkan ke sindikat lainya.
Dalam catatan polisi, aksi mereka cukup rapi dan terorganisir, bahkan aksi kejahatanya hingga ke kawasan Lumajang dan terhitung sekitar belasan bahkan puluhan TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Dalam aksinya, kawanan ini terkenal cukup sadis dan tak segan-segan melukai korbanya dengan sebilah celurit.
Aksi mereka tidak hanya mencuri hewan saja. Melainkan kendaraan motor roda 2, hingga pompa penyedot air di sawah digasaknya.
Selain 5 tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti, sebuah sepeda motor, dua buah celurit, serta udeng (ikat kepala) kesaktian yang biasa dipakai untuk melakukan kejahatanya.
Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan warga, dan kemudian polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial Fz, hasil perkembangan polisi berhasil mengunkap sindikat lainya Sules (48) dan Sapi (45) yang merupakan warga Desa Tigasan Wetan, berikutnya Ar (20) warga Bulujaran, Kecamatan Tegalsiwalan; dan satu pelaku lainnya yakni Slamet (38), merupakan warga Desa Gunung Tengu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.
Kepada wartawan kabarpas.com, Kapolsek Tegalsiwalan AKP Ida Bagus mengungkapkan, sindikat ini sejatinya berjumlah 8 orang.
“Dan berhasil kita amankan 5 pelaku, sedangkan 3 pelaku lagi masuk daftar Pencarian Orang (DPO). Dan aksinya sangant meresahkan warga.
“Kita masih buruh 3 DPO, dan dalam waktu dekat semoga berhasil kita amankan, dan 3 DPO ini juga terlibat aksi perampokan di rumah makan di kawasan Banjarsawah,” tegas Kapolsek.
Terungkapnya lima kawanan perampok ini mendapat apresiasi dari kepala desa (Kades) di Kecamatan Tegalsiwalan.
“Rakyat dan saya pribadi sudah tenang, tidak resah lagi, setelah tertangkapnya mereka, kalau sebelumnya kami dan warga selalu melakukan ronda tiap malam, namun masih kebobolan juga, “ ujar Mohamad Saleh, Kades Banjar Sawah kepada Kabarpas.com. (wil/gus).

















