Reporter: Emen
Editor: Ian Arieshandy
Pasuruan, kabarpas.com – Jajaran Polres Pasuruan berhasil mengungkap jaringan peredaran dan produksi uang palsu (upal) yang beroperasi lintas provinsi. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan sejumlah tersangka beserta barang bukti alat produksi yang digunakan untuk mencetak uang ilegal tersebut.
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada Rabu (07/01/2026) mengenai adanya transaksi mencurigakan menggunakan uang palsu di sebuah warung di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Gempol bergerak cepat melakukan penyelidikan. Petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial WH. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa tujuh lembar uang palsu pecahan Rp100.000 dengan total nilai Rp700.000.
Kapolsek Gempol, AKP I Wayan Wikascono, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan intensif, tersangka WH mengaku mendapatkan uang tersebut dari luar daerah.
”Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa uang palsu tersebut diperoleh tersangka dari MF yang berdomisili di Kecamatan Subang, Jawa Barat. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan MF yang diduga berperan sebagai pemasok,” ujar AKP I Wayan Wikascono.
Tak berhenti di situ, pengejaran berlanjut hingga ke wilayah Jawa Barat. Polisi berhasil meringkus tersangka RG yang diduga kuat sebagai produsen atau pembuat uang palsu tersebut. Di lokasi penangkapan RG, polisi menemukan “pabrik” skala rumahan lengkap dengan peralatan produksinya.
”Barang bukti yang disita petugas meliputi Uang palsu siap edar berbagai pecahan, mesin printer dan tinta warna, kertas khusus bahan uang, dan alat potong kertas dan peralatan penunjang lainnya,” terangnya.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat (3) dan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memutus rantai distribusi upal ini.
“Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain, serta alur distribusi uang palsu tersebut ke wilayah lain,” pungkasnya. (emn/ian).

















