Reporter : Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Yayasan Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jaelani (SAQA) Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (18/12/2017) menggelar khitanan massal secara gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.
Gus H Ahmad Abdul Qodir (Gus Qodir), salah satu pengurus Ponpes SAQA mengemukakan kegiatan khitanan masal ini adalah agenda rutin tahunan sejak 21 tahun yang lalu dan selalu disambut antusias masyarakat.
“Khitanan masal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pesantren terhadap masyarakat kurang mampu terutama terhadap yatim Piatu,” kata Gus H Ahmad Qodir Jaelani.
Gus Qodir menjelaskan khitanan masal ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dimana khitan adalah untuk mengikuti suri tauladan Nabi Ibrahim yang telah disyariatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Untuk ini Gus Qodir mengutip sebuah hadis Nabi yang mengatakan khitan merupakan suatu kesunnahan bagi para lelaki dan merupakan suatu kemuliaan bagi para wanita.
“Secara medis khitan ini akan membuang banyak kotoran dan najis yang terdapat pada ujung kemaluan lelaki. Alhasil dengan terbuangnya kotoran dan najis Insya Allah badan akan menjadi sehat dan tidak mudah sakit,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut H Supanut selaku ketua panitia menyampaikan total sementara peserta sunatan masal ini mencapai 700 orang. Jumlah ini terus bertambah pada hari H pelaksanaannya dikarenakan panitia masih tetap membuka pendaftaran sejak pagi.
Untuk mendukung kegiatan ini pihaknya mengaku telah menyiapkan jajaran panitia yang memadai agar di sepanjang pelaksanaanya bisa berjalan lancar. Diantaranya adalah tim medis dan paramedis sebanyak 90 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, RSUD Waluyo Jati Kraksaan serta Puskesmas Kraksaan. “Alhamdulillah kami bisa bersinergi dengan baik, semua berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun,” kata Supanut.
Lebih lanjut pria yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Biro Pendidikan di Yayasan Pendidikan SAQA ini menerangkan bahwa ada beberapa fasilitas yang diberikan kepada tiap peserta sunatan masal ini. Selain dapat sarung dan makan, setelah dikhitan mereka juga akan mendapat obat-obatan antibiotik untuk mencegah infeksi.
“Kami juga sajikan atraksi Marching Band SMK dan SMA Syekh Abdul Qodir Al Jaelani (SAQA) untuk menghibur anak yang akan dikhitan hari ini. Paling tidak kami berharap semua ini bisa sedikit meredakan perasaan takut mereka,” tandasnya. (pu2t/nis)

















