Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasyah
Probolinggo, Kabarpas.com – Dalam rangka pembinaan serta pelatihan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi wirausaha baru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan dasar desain ukir kayu di UKM Ronggolawe Desa Triwungan Kecamatan Kotaanyar.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari Kecamatan Kotaanyar, Besuk dan Pakuniran. Selama kegiatan mereka diberikan materi dan praktek langsung mengenai dasar desain ukir kayu.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk pengentasan angka kemiskinan melalui ketrampilan dasar desain ukir kayu.
“Selama ini di Desa Triwungan Kecamatan Kotaanyar mempunyai usaha meubel yang sudah berkembang. Namun ada yang perlu difasilitasi yang berkaitan dengan masalah teknis ukir. Sebab selama ini sering mendatangkan dari luar sehingga biayanya tinggi,” katanya.
Menurut Nanang, para peserta yang diberikan pelatihan ini adalah orang-orang yang berada di sekitar sentra meubel. Dimana mereka adalah pengangguran tetapi ingin memiliki usaha yang mandiri. Sehingga begitu sudah mahir dan trampil bisa langsung tertampung di sentra meubel yang ada.
“Dengan demikian mereka tidak perlu bingung-bingung mencari lapangan kerja, karena bisa langsung bergabung ke sentra meubel. Setidaknya para pemilik meubel ini bisa bersaing dengan baik karena tenaga kerjanya sudah siap. Harapannya banyak tenaga kerja yang dipakai untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan,” jelasnya.
Nanang menerangkan ada beberapa alasan sehingga pelatihan dasar desain ukir kayu ini dilaksanakan di Desa Triwungan Kecamatan Kotaanyar. Salah satunya karena pihaknya bergerak di daerah yang masuk dalam zona kemiskinan untuk membuka lapangan pekerjaan, sehingga tidak perlu mendatangkan dari luar dan cukup dengan memanfaatkan tenaga kerja sendiri dengan sebaik-baiknya.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal ketrampilan agar ke depannya bisa menyelesaikan masalah di masyarakat. Terlebih disini didukung dengan bahan baku yang sangat besar dan bagus. Ada masalah dan peluang, maka harus ada upaya untuk mengatasinya,” tegasnya.
Lebih lanjut Nanang menambahkan bahwa di Desa Triwungan ini potensi bahan baku lokal sangatlah melimpah. Hanya kondisi ini tidak didukung dengan ketersediaan SDM yang masih belum maksimal.
“Disini banyak bahan bakunya, tetapi karena kurangnya SDM yang profesional, maka perlu dilatih teknisi desain ukir kayu. Sehingga produknya bisa dihasilkan dengan efektif dan efisien,” pungkasnya.
Sementara Camat Kotaanyar Ponirin mengatakan kegiatan semacam ini sangatlah penting untuk bisa dikembangkan dengan baik. Paling tidak nantinya memiliki wawasan dan pengetahuan baru dalam hal desain ukir kayu.
“Saya berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sehingga masyarakat bisa terus mengembangkan kreatifitasnya dengan baik. Seni ukir ini tidak hanya meubel saja, tetapi juga melalui pemanfaatan daur ulang,” katanya. (mel/nis).

















