Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Teras · 5 Mei 2017

Rahim Bangsa Walisongo Dukung IAIN Surakarta Jaga Kebebasan Mimbar Akademik


					Rahim Bangsa Walisongo Dukung IAIN Surakarta Jaga Kebebasan Mimbar Akademik Perbesar

Reporter: –

Editor: Agus Hartanto

___________________________________________

Semarang (Kabarpas.com) – Menyikapi upaya boikot dan ancaman pembubaran terhadap forum diskusi buku “Islam Tuhan, Islam Manusia” karya Dr. Haidar Bagir di IAIN Surakarta, oleh kelompok masyarakat yang mengatasnamakan umat Islam se-Solo Raya. Salah satu komunitas akademisi di UIN Walisongo, Rahim Bangsa UIN Walisongo mengeluarkan pernyataan sikap, mendukung kepada IAIN Surakarta untuk tetap menyelenggarakan diskusi buku tersebut.

Berikut isi pernyataan dari Rahim Bangsa UIN Walisongo, yang diterima oleh redaksi Kabarpas.com.

“Kami Rahim Bangsa UIN Walisongo, komunitas akademisi yang mengusung Islam Rahmatan Iil Alamin dan peduli dengan isu kebangsaan serta keberagaman, menyatakan dukungan sepenuhnya kepada IAIN Surakarta untuk tetap menyelenggarakan diskusi Buku “Islam Tuhan, Islam Manusia” tersebut dalam rangka menjaga marwah perguruan tinggi sebagai tempat ilmuwan memproduksi dan mengembangkan pengetahuan dan peradaban,”.

Rahim Bangsa juga meyampaikan keprihatinan atas sikap aparat keamanan yang belum juga memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai alat negara.

Alih-alih melindungi dan menjaga kebebasan mimbar akademik, aparat kemananan justru mendatangi kampus dan menyarankan penyelenggara untuk menghentikan kegiatan dan jika tetap diselenggarakan, aparat keamanan tidak mau bertanggungjawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Ini sebuah kesalahan berfikir akut yang dimiliki oleh aparat keamanan di Indonesia.

Bagi Rahim Bangsa, kampus sebagai lembaga pendidikan merupakan tempat ilmuwan mendialogkan, mendiskusikan, dan menguji secara kritis berbagai pemikiran untuk mengembangkan pengetahuan yang ditujukan untuk menciptakan kehidupan yang manusiawi dan beradab.

Dialog dan pengujian pemikiran ini hanya dapat terwujud dalam suasana yang bebas tanpa ancaman rasa takut dan dalam bingkai dan prinsip penghormatan terhadap perbedaan pandangan.

Maka bagi Rahim Bangsa, penebaran rasa takut dalam bentuk ancaman, boikot dan pembubaran terhadap aktivitas Perguruan Tinggi pada hakekatnya adalah pemberangusan terhadap keberadaan Perguruan Tinggi itu sendiri yang pada akhirnya merupakan ancaman terhadap kehidupan dan peradaban.

Lebih lanjut, sikap abai dan ketundukan aparat keamanan terhadap tekanan kelompok yang mengancam kebebasan mimbar akademik menandakan negara kalah oleh kelompok intoleran sekaligus menandakan kegagalan negara dalam menjalankan mandat yang paling asasi yakni menghormati, melindungi dan memenuhi hak setiap warga negara yakni hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi dan yang paling penting negara gagal menjamin terselenggaranya proses pendidikan dan pembelajaran yang memiliki peran penting bagi keberlangsungan bangsa dan negara Indonesia.

Kasus Boikot dan ancaman pembubaran diskusi buku di IAN Surakarta merupakan ujian pertama terhadap deklarasi 50 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di IAIN Arraniri Aceh, tentang peneguhan  komitmen kebangsaan dan komitmen perlawanan terhadap segala bentuk sikap dan tindakan intoleransi.

Kasus boikot diskusi buku di IAIN Surakarta juga ujian bagi seberapa kuat  solidaritas antar Perguruan Tinggi Islam Negeri serta Perguruan Tinggi Islam lainnya dalam merespon sikap intoleransi dan ancaman terhadap kebebasan mimbar akademik di Perguruan Tinggi.

Oleh sebab itu, Rahim Bangsa UIN Walisongo Semarang menyeru kepada PTKIN dan PTKIS dan Perguruan Tinggi pada umumnya untuk menolak segala bentuk upaya pemberangusan kebebasan mimbar akademik di Indonesia dengan mendukung IAIN Surakarta untuk tetap menyelenggarakan diksusi buku “Islam Tuhan, Islam Manusia” Karya Dr. Haidar Bagir sebagai wujud menjaga landasan asasi pergurun tinggi yakni kebebasan mimbar akademik dalam rangka membangun pengetahuan dan peradaban. (***/gus).

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Cerdas Berdemo, Mahasiswa Harus Tingkatkan Reponsif Membaca dan Diskusi

27 September 2019 - 09:42

Tips Menambah Daya Ingat

19 Desember 2018 - 12:55

Inilah 5 Tips Aman Pencopet Saat Libur Lebaran

18 Juni 2018 - 16:15

Sungai Dayang, Potensi Wisata Kabupaten Pasuruan yang Belum Dilirik

1 April 2018 - 17:42

Liga Champions 2018 Babak 16 Besar Akan Dimulai Dini Hari Nanti

6 Maret 2018 - 19:43

Denting Waktu

7 Januari 2018 - 19:07

Trending di Teras