Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 24 Nov 2018

Ribuan Guru di Probolinggo Antusias Ikuti Workshop Peningkatan Profesionalisme 


Ribuan Guru di Probolinggo Antusias Ikuti Workshop Peningkatan Profesionalisme  Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Ribuan guru di wilayah Kabupaten Probolingo, antusias mengikuti workshop peningkatan profesionalisme guru melalui penguasaan konsep e-learning dan implementasi penilaian Kurikulum 2013. Acara yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo ini berlangsung di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (24/11/2018).

Digelarnya acara ini, juga sekaligus untuk menyemarakkan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-24 dan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-73 tahun 2018.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina ini diikuti oleh 1.318 orang guru mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Probolinggo.

Demi efektivitas penyelenggaraan, peserta workshop untuk gelombang pertama dibagi dalam 2 sesi di ruang pertemuan Tengger dan Auditorium Madakaripura. Sementara untuk gelombang kedua hanya di Auditorium Madakaripura.

Dalam kegiatan ini ribuan guru ini mendapatkan beberapa materi dari narasumber. Yakni, penerapan e-learning PGRI menjawab tantangan era industri 4.0 oleh James F Tomasouw dari PGRI Smart Learning and Character Center Jawa Timur serta implementasi penilaian Kurikulum 2013 oleh Taufiqi dan Parlan P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Malang dan Unira (Universitas Islam Raden Rahmat) Malang.

Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru di bidang penguasaan e-learning, sebuah sistem pembelajaran elektronik melalui online (website) untuk peningkatan dan pengembangan diri setiap tenaga pendidik agar di era digital revolusi industri ini nanti guru bisa lebih berpacu dan bersaing dengan organisasi-organisasi yang lain.

“Tentunya disini PGRI mempunyai beban dan tanggung jawab untuk lebih mendekatkan diri semua anggota untuk penguasaan penilaian Kurikulum 2013. Karena ini masih sifatnya penguatan, walapun beberapa waktu yang lalu sudah ada pelatihan tetapi yang substantif terutama yang sangat diinginkan oleh guru adalah terkait penilaian Kurikulum 2013,” ungkapnya.

Purnomo mengharapkan dengan ilmu yang didapat nantinya bisa diaplikasikan di masing-masing lembaga dan ditularkan kepada guru-guru yang belum ikut sehingga aplikasi penilaian Kurikulum 2013 ini bisa bermanfaat dan dipergunakan secara cepat ketika kita akan mengadakan penilaian akhir semester untuk mengisi rapot dan lembaga untuk mengisi ijazah.

“Kami akan tetap evaluasi dari sisi kelemahan. Karena saat ini momentumnya HUT PGRI ke-73, kami akan fokus kepada peningkatan mutu. Terlebih kami sudah diberikan kesejahteraan lebih melalui tunjangan profesi guru. Kita akan gunakan sebagian untuk peningkatan kualitas diri dan kemampuan kompetensi tenaga pendidik yang pada akhirnya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap upaya PGRI menyelenggarakan workshop peningkatan profesionalitas guru melalui penguasaan konsep e-learning dan implementasi penilaian Kurikulum 2013.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali, karena pada tahun 2019 semua sekolah harus mengimplementasikan Kurikulum 2013. Disamping materinya yang tidak kalah penting menilainya. Bagaimana dengan Kurikulum 2013, guru dan kepala sekolah menilai murid. Jadi rapotnya beda lagi, nanti ada penilaian sikap, penilaian keterampilan dan penilaian pengetahuan,” ungkapnya.

Menurut Dewi, workshop ini akan melengkapi pengetahuan guru. Manakala ada kesulitan bisa diskusi dan tanya jawab sehingga pada saatnya tidak ada kesulitan. Materi e-learning berupa pembelajaran elektronik ini tentunya mengikuti perkembangan zaman, berupa zaman now yang sudah masuk zaman revolusi industri 4.0.

“Memang kita harus sudah mempersiapkan diri pembelajaran secara elektronik. Sangat mengapresiasi, terlebih guru-guru membayar mandiri untuk meningkatkan kompetensinya. Mudah-mudahan ilmunya manfaat barokah. Harapan ke depan Kurikulum 2013 tidak mengalami kendala,” tutupnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA