Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 21 Jun 2019

Ribuan Masyarakat Meriahkan Gebyar Germas Puskesmas Pajarakan


Ribuan Masyarakat Meriahkan Gebyar Germas Puskesmas Pajarakan Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Ribuan masyarakat dari beragam unsur di wilayah Kecamatan Pajarakan turut serta meramaikan gebyar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diadakan oleh Puskesmas Pajarakan di halaman SDN Penambangan 1 Kecamatan Pajarakan.

Gebyar Germas ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, Camat Pajarakan Munaris didampingi jajaran Forkopimka Pajarakan, Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Syaiful Bahri, Kepala SDN Penambangan 1, para kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta pelaku kesehatan yang ada di Kecamatan Pajarakan.

Dalam kegiatan ini dilakukan pencanangan Desa Sukomulyo sebagai Desa ODF ditandai dengan penyerahan jamban dari pihak Koramil Pajarakan kepada Kepala Desa Sukomulyo Yuliati. Diserahkan pula vandel kepada Kepala Desa Sukomulyo dan Kepala SDN Penambangan 1.

Kegiatan Gebyar Germas ini diawali dengan Senam Zumba bersama dan dilanjutkan dengan jalan sehat Colour Run dengan start dan finish di halaman SDN Penambangan 1. Menariknya, dalam kegiatan jalan sehat colour run ini juga diadakan lomba Yel-yel ODF dengan tema “Jangan BAB Sembarangan” yang diikuti oleh 12 desa di Kecamatan Pajarakan. Serta lomba kostum peserta jalan sehat terunik.

Gebyar Germas ini juga diisi dengan kegiatan Lomba PMT dengan peserta dari 12 desa di Kecamatan Pajarakan, senam lansia, dance cuci tangan dan senam Germas oleh bidan dan perawat serta lawak Cak Sukur Cs. Dalam kegiatan ini panitia menyiapkan ratusan door prize bagi masyarakat yang ada di Kecamatan Pajarakan.

Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Syaiful Bahri mengungkapkan Germas merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

“Germas ini bertujuan menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecatatan, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit, menghindarkan terjadinya penurunan produktifitas penduduk serta menghindarkan peningkatan beban financial penduduk untuk pengeluaran kesehatan,” katanya.

Menurut dr Syaiful, germas dilaksanakan dengan pendekatan multisektor. Setiap pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, sesuai tugas pokok dan fungsinya, berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung (mendukung) upaya peningkatan kesadaran masyarakat melalui kampanye dan edukasi hidup sehat dan perubahan perilaku hidup sehat seperti beraktifitas fisik, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, tidak merokok, memeriksakan kesehatannya secara rutin, menjaga higienitas pribadi dan keluarga serta lingkungan.

“Gebyar Germas ini diharapkan supaya masyarakat memperoleh informasi dan mengimplementasikan Germas mulai dari diri sendiri sampai lingkungan sekitarnya, meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh pemangku kepentingan akan peran dan tanggung jawabnya dalam Germas,” harapnya.

Sementara Camat Pajarakan Munaris mengatakan Germas sudah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2015 lalu. Tujuannya untuk menurunkan faktor resiko utama penyakit menular dan tidak menular baik faktor biologis, perilaku dan lingkungan.

“Germas itu bisa dilakukan dengan cara olahraga yang rutin, budaya konsumsi makan buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman keras dan minuman beralkohol, melakukan pemeriksaan secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan jamban sehat,” ungkapnya.

Menurut Munaris, Kepala Desa harus memberikan contoh kepada masyarakat dengan harus memiliki jamban sehat. Dengan demikian akan diikuti oleh masyarakat dengan tidak BAB (Buang Air Besar) di sembarang tempat.

“Germas merupakan suatu terobosan dari pemerintah untuk menyampaikan bahwa sehat itu murah. Kenapa sehat itu menjadi mahal, karena kita tidak melaksanakan perilaku hidup sehat sehingga ketika sakit bisa menghabiskan jutaan rupiah. Kalau kita melaksanakan perilaku hidup sehat sehari-hari, maka tidak akan ada penyakit yang menghinggapi tubuh kita,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan program Germas ini dicanangkan oleh pemerintah supaya masyarakat bisa membiasakan diri untuk hidup sehat. Masyarakat harus selalu hidup sehat, harus sering konsultasi ke puskesmas, jalan sehat dan senam supaya badan sehat.

“Mari bersama-sama kita promosikan kepada masyarakat bagaimana penerapan perilaku hidup sehat melalui pola makan dan hidup yang bagus. Semoga ke depan masyarakat bisa membiasakan diri untuk hidup sehat sehingga ke depan muncul generasi-generasi yang sehat,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

PC LKNU Kraksaan Gelar Khitanan Massal Gratis, 44 Anak Berhasil Dikhitan

23 Juni 2026 - 07:57

KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

19 Juni 2026 - 17:34

BPPKAD Kabupaten Probolinggo Gelar Pembinaan Penatausahaan Keuangan Bagi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah 2026

18 Juni 2026 - 20:43

Terlilit Ekonomi, Oknum P3K Nekat Curi Traktor

16 Juni 2026 - 09:13

DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Pembinaan KDKMP, Siapkan Kabupaten Probolinggo Tuan Rumah Harkop Jatim

15 Juni 2026 - 14:07

Jembatan Kaca Bromo Siap Beroperasi, Target Buka Saat Libur Sekolah

13 Juni 2026 - 08:48

Trending di Kabar Probolinggo