Reporter : Zidan Iffati
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro akan segera mengembangkan ekonomi lokal partisipatif berbasis destinasi wisata edupreneur (edukasi entrepreneur).
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengungkapkan kegiatan ini dapat memotivasi pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan destinasi wisata berbasis UMKM (wisata edukasi entrepreneur) sebagai salah satu tujuan wisata berbasis produk-produk khas dari Kabupaten Probolinggo.
“Selain itu menciptakan destinasi-destinasi wisata edupreneur (edukasi entrepreneur) sebagai pendukung dan penopang destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo. Sekaligus membuka pola pikir pelaku UMKM untuk dapat lebih memanfaatkan potensi ekonomi dan destinasi-destinasi wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Menurut Nanang, program ini merupakan salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan dan mendukung kegiatan Pemerintah Daerah terhadap pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo.
“Keterlibatan UMKM sangat penting dalam mendukung sektor pariwisata. Jadi keterlibatan UMKM ini sangat dibutuhkan karena potensinya sangat besar. Sehingga berkembang pemikiran kepada edukasi entrepreneur atau edupreneur,” jelasnya.
Di dalam edupreneur ini jelas Nanang, pelaku UMKM menjual produknya dan mentransfer ilmunya. Dengan demikian masyarakat bisa membeli sekaligus belajar ilmu pembuatannya.
“Travel sengaja kita ajak karena yang bisa membuat paket-paket wisata. Sebab kegiatan ini dimaksudkan nantinya mampu menciptakan paket-paket wisata edupreneur secara mandiri maupun bersinergi dengan destinasi-destinasi wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Nanang menerangkan pelaku UMKM sebagai motor penggerak ekonomi dapat membantu mengurangi pengangguran dari kalangan masyarakat miskin. Karena jika usahanya semakin berkembang maka nantinya akan sangat membutuhkan tenaga kerja. “Harapannya bisa membantu masyarakat miskin yang belum mendapatkan pekerjaan, sehingga secara bertahap mampu mengatasi masalah kemiskinan,” tambahnya. (zid/nis)

















