Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 8 Apr 2020

Selama Pemudik Dikarantina, Tim Medis Akan Lakukan Observasi


Selama Pemudik Dikarantina, Tim Medis Akan Lakukan Observasi Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasyah

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Semakin hari jumlah pemudik yang masuk di Kabupaten Probolinggo dan dikarantina memang bertambah. Terus terang seiring dengan perjalanan waktu butuh persiapan yang maksimal. Karena semakin siap maka akan semakin baik dalam melakukan karantina para pemudik.

“Selama dikarantina akan dilakukan observasi selama 14 hari. Kalau selama karantina tidak ada apa-apa, ya sudah selesai dan lanjut pulang. Kalau ada gejala-gejala dan tambah sesak napas baru akan dikirim ke rumah sakit rujukan di RSUD Tongas dan akan dilakukan cek swab. Jika selama diobservasi tidak ada apa-apa berarti sehat,” kata Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Menurut Anang, pada prinsipnya kebijakan awal terkait tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo hanya bersifat sementara. Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo hanya bertanggung jawab di check point saja.

“Nanti kebijakan lebih lanjut untuk karantina diserahkan kepada kecamatan. Masing-masing kecamatan nanti diterjemahkan lagi ke level desa melalui check point-check point. Selama ini di semua kecamatan sudah mempersiapkan pusat-pusat karantina untuk para pemudik,” jelasnya.

Anang menerangkan, kegiatan karantina yang dilakukan terhadap pemudik ini dilakukan karena Pemkab Probolinggo ingin memastikan bahwa orang yang akan tinggal di Kabupaten Probolinggo itu kondisinya sehat. Jadi kalau memang sakit ya diobati.

“Ada dua sisi, pemudiknya kita jaga untuk memastikan mereka sehat dan kedua lingkungan masyarakat yang akan didatangi dan dikunjungi supaya sehat. Yang kita lakukan ya mengawasi setiap hari selama 14 hari. Kalau sehat ya sudah, kalau sakit kita obati. Kalau sampai parah kita rujuk ke RSUD Tongas. Jadi kita itu mengobservasi dan membantu mereka,” terangnya.

Selama proses karantina tambah Anang, para petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dalam level tertentu. Dimana mereka harus memakai sarung tangan, masker bahkan kalau tenaga kesehatanpun mereka memakai penutup muka.

“Alasannya, kita mencoba menjaga resiko-resiko penularan walaupun tidak mengatakan bahwa pemudik itu membawa penyakit, tetapi itu prosedur untuk melindungi diri masing-masing baik itu yang dikarantina maupun yang melakukan pemeriksaan atau yang menjaga. Terlebih sudah ada instruksi dari pemerintah kalau masyarakat sekarang wajib memakai masker,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Perkuat Peran Sosial Pemuda

27 September 2026 - 21:16

Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

19 September 2026 - 22:55

Penilik Sukapura-INOVASI Gelar Workshop Pengembangan Literasi bagi Guru PAUD

18 September 2026 - 11:40

Diperta Kabupaten Probolinggo Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4

15 September 2026 - 10:39

KREASI Kalbar Kunjungi SDN Sukapura 3, Pelajari Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap

13 September 2026 - 23:13

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

12 September 2026 - 14:50

Trending di Kabar Probolinggo