Probolinggo, Kabarpas.com – Ribuan masyarakat memadati sepanjang jalur pawai budaya Probolinggo SAE Carnival 2026 di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus momentum memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.
Mengusung tema “Merawat Warisan Budaya Lokal Menuju Probolinggo SAE”, pawai budaya tersebut mengambil titik pemberangkatan di sisi utara Alun-alun Kraksaan dan berakhir di kawasan selatan Masjid Darus Salam Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Pelepasan peserta ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Haris bersama jajaran Forkopimda dan Sekda Ugas. Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan Marching Band Pondok Pesantren Raudlatul Jannah dari Desa Klaseman Kecamatan Gending.
Sebanyak 15 kontingen gabungan ambil bagian dalam Probolinggo SAE Carnival 2026. Pesertanya berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, fasilitas pelayanan kesehatan hingga Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Kabupaten Probolinggo.
Masing-masing kontingen membawa konsep dan karakter berbeda. Ada yang menampilkan pakaian adat, gambaran kehidupan pada masa kerajaan, profesi, kesenian hingga pesan edukasi mengenai kesehatan.
Kehadiran berbagai tema tersebut membuat pawai budaya berlangsung atraktif. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan setiap rombongan yang melintas. Warga memenuhi sisi kanan dan kiri jalan, bahkan tetap bertahan untuk melihat hingga kontingen terakhir.
Sejumlah kelompok tampil membawa identitas budaya masing-masing. Di antaranya gabungan dari Sekretariat Daerah (Setda), BPPKAD dan Dinas Kesehatan dengan kelompok Prabulinggih. Dilanjutkan dengan kelompok Ronggojalu dari kecamatan wilayah barat dan kelompok Warujinggo dari kecamatan wilayah tengah.
Berikutnya berturut-turut kontingen Cindelaras dari Sekretariat DPRD, kelompok Kembang Genggong dari Bank Jatim Cabang Kraksaan, kelompok Dewi Rengganis dari RSUD Tongas, RS Wonolangan dan RS Graha Sehat serta kelompok Joko Seger dan Roro Anteng dari DPMPTSP, Disdukcapil, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Perkim, DLH, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Selanjutnya kelompok Sumber Kerang dari kecamatan wilayah timur, kelompok Lambang Kuning dari RSUD Waluyo Jati, RS Rizani dan RS Fatimah, kelompok Dewi Ratu Segoro dari Dinas Perhubungan, Disnaker, DKUPP, Bakesbangpol, Dinsos, BPBD, DP3AP2KB dan Disporapar.
Kemudian kelompok Candi Jabung dari Dinas PMD, BKPSDM, Diskominfo, Bapelitbangda, Dispersip, Inspektorat dan Dinas PUPR, kelompok Taman Sari dari puskesmas wilayah barat, Joyolelono dari puskesmas wilayah timur, kelompok Dewi Sekarsari dari puskesmas wilayah Tengah dan Wedding Paradise dari HARPI.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menilai kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan. Keberagaman budaya yang ditampilkan merupakan bagian penting dalam menjaga identitas bangsa sekaligus mengenalkan kekayaan Nusantara kepada masyarakat. “Ini bukan tentang glamour, bukan tentang sesuatu yang harus kita pamerkan berlebihan, tetapi ini adalah sebuah kebersamaan, sebuah kemajemukan,” katanya.
Bupati Haris menegaskan Indonesia mempunyai kekayaan budaya yang sangat luas. Karena itu, berbagai budaya yang belum banyak dikenal perlu terus mendapatkan ruang agar dapat diperkenalkan kepada generasi berikutnya. “Budaya ini memberi kita akar, tetapi kreativitas memberi kita sayap dan persatuan menentukan seberapa jauh kita dapat terbang,” jelasnya.
Menurut Bupati Haris, pembangunan Kabupaten Probolinggo membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. “Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai elemen masyarakat,” terangnya.
Bupati Haris berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam Probolinggo SAE Carnival 2026 dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan budaya bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap daerah. “Kebersamaan ini terus kita kembangkan bersama-sama dengan masyarakat,” tambahnya.
Semarak Probolinggo SAE Carnival 2026 akhirnya menjadi gambaran bagaimana peringatan kemerdekaan dapat dikemas melalui kreativitas, budaya dan partisipasi masyarakat. Dari Kabupaten Probolinggo, keberagaman Nusantara kembali dihadirkan sebagai bagian dari perjalanan menuju Probolinggo yang semakin SAE. (len/ian).

















