Reporter: Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Pejabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Kecik Kecamatan Besuk Sumarto resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Camat Besuk Teguh Prihantoro, Selasa (2/1/2018) siang. Pelantikan yang digelar di Balai Desa Kecik ini dilakukan karena Kades Kecik Mardiyana telah berakhir masa jabatannya.
Pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M Yasin dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Nur Azize serta jajaran Forkopimka Besuk, seluruh Kades, BPD, LKD, Ketua RT/RW serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Camat Besuk Teguh Prihantoro mengharapkan agar Pj Kades Kecik ini mampu mengemban amanah jabatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta mampu mengawal dan menjalankan roda pemerintahan di desa tersebut.
“Pj tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Sebab hal ini sudah ditetapkan oleh Bupati Probolinggo sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Niati pengabdian ini sebagai ibadah agar bisa bekerja dengan ikhlas,” kata Teguh.
Kepada mantan Kades Kecik Mardiyana, Teguh meminta agar juga bisa membantu turut serta dalam membangun desa tersebut. Pj Kades harus dapat mendinginkan suasana di desa terkait isu pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan datang.
“Pj Kades harus segera dapat melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan segenap elemen masyarakat, para tokoh, alim ulama dan pemuda. Serta Forkopimka Besuk agar tercipta masyarakat yang rukun dan harmonis,” pinta Teguh.
Teguh juga meminta agar Pj Kades Kecik bisa memahami dan melakukan dengan sungguh-sungguh kewenangan yang dimiliki untuk setiap program di desa sehingga tercipta keadilan bagi para pelaku pembangunan di desa.
“Tugas Pj Kades adalah untuk mengantarkan musyawarah desa pada setiap pemilihan Kades antar waktu dengan mengedepankan asas kekeluargaan serta musyawarah mufakat,” terang Teguh.
Dalam hal tersebut Pj Kades adalah sebagai ujung tombak dari penyelenggara pemerintah daerah. Untuk itu dituntut memiliki ilmu pengetahuan yang lebih dan mampu melakukan pelayanan yang baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa perubahan serta pertumbuhan ekonomi yang sighnifikan.
“Bukan hal yang mudah untuk merealisasikan semua hal tersebut, karena akan banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi pemerintah desa. Antara lain, bagaimana memfungsikan secara optimal organisasi dan lembaga desa. Bagaimana menggerakan potensi dan partisipasi masyarakat serta bagaimana menggali sumber pendapatan di desa,” tukas Teguh. (fudz/nis)












