Pasuruan, Kabarpas.com – Sebagai salah satu Kota/Kabupaten di Indonesia yang terpilih melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Komunikasi Dan Informasi Republik Indonesia, Kota Pasuruan siap menjadi role model dalam mengimplementasikan Program Smart City.
Dengan didampingi oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Pasuruan dan perangkat Daerah Lainnya Terkait. Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Ruang Rapat Untung Suropati, melakukan penandatanganan virtual dengan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Samuel Abrijani Pangerapan di Jakarta.
Penandatanganan ini bertujuan untuk merubah kebiasaan buruk birokrasi di Indonesia menjadi pelayanan yang super cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tidak hanya dilakukan oleh Kota Pasuruan, penandatanganan MoU yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi Dan Informasi (Kominfo) RI, Johny G. Plate ini juga dilakukan oleh 48 Bupati dan Walikota dari Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional (KPPN) dan Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Baru.
Dalam sambutannya, Menteri Johny menyampaikan kegiatan ini merupakan titik tolak penting bagi perluasan inisiasi Kota Cerdas atau Smart City dan untuk pengembangan sektor Pemerintahan digital di Indonesia secara khusus di 48 daerah dimaksud.
Lebih lanjut disampaikan, sejak tahun 2017 Kementerian Kominfo RI bersama dengan Kementerian dan lembaga terkait lainnya telah mengambil inisiatif menginisiasi Gerakan menuju Smart City di 100 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia.
“Saat ini kami melanjutkan inisiasi gerakan menuju Smart City tersebut dengan memperluas pendampingan pengembangan Kota cerdas di kawasan pariwisata prioritas nasional dan kawasan Ibukota negara baru, yang tentu perlu bersama-sama kita pastikan dan kita sukseskan,” jelasnya.
Dengan mengacu pada 4 pilar akselerasi transformasi digital, harapannya dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi, khususnya teknologi digital bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk bagi daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). Menteri Johnny juga menekankan kerja kolaboratif dalam Gerakan menuju Smart City.
“Kerja kolaborasi, kerja sinergi bersama jajaran akademisi dan praktisi profesional. Seluruh instansi ini memiliki peran penting masing-masing untuk turut mendampingi, serta memberikan asistensi Pemerintah Daerah di 48 Kabupaten/Kota dalam transformasinya menjadi Kota Cerdas berbasis digital,” pungkas Johnny. (ajo/tin).

















