Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 13 Agu 2021

Tim Peneliti Universitas Yudharta dan ITS-NU Temukan 147 spesies Tumbuhan dan 43 Spesies Berpotensi Obat Serta 4 Satwa Endemik Dilindungi


Tim Peneliti Universitas Yudharta dan ITS-NU Temukan 147 spesies Tumbuhan dan 43 Spesies Berpotensi Obat Serta 4 Satwa Endemik Dilindungi Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Tim peneliti flora dan fauna dari Universitas Yudharta dan ITS-NU Pasuruan berhasil melakukan identifikasi kekayaan flora dan fauna di kawasan hutan Gunung Arjuno. Penelitian yang dilakukan selama 1 minggu itu, telah berhasil menemukan 147 spesies tumbuhan dan 43 speies tumbuhan berpotensi obat, serta 4 satwa endemik. 

Diinformasikan bahwa Hutan Blok Sapen atau biasa yang disebut Hutan Sapen termasuk kawasan hutan Gunung Arjuno yang menjadi salah satu kawasan hutan lindung yang dikelola oleh UPT Tahura R Soerjo, Perum Perhutani dan BKSDA Jawa Timur. Luas Area penelitian Taman Kehati Sapen Nusantara yaitu kurang lebih 4,1 hektar dan keliling area tersebut kurang lebih 1395,072 meter. Taman Kehati Sapen Nusantara memiliki rata-rata ketinggian yaitu 742,9 mdpl, dengan tempat tertinggi dengan ketinggian 780,3 mdpl, sedangkan tempat terendah dengan ketinggian 681,5 mdpl.

Endik Deni Nugroho, selaku tim peneliti Fauna menjelaskan bahwa berdasarkan hasil observasi telah teridentifikasi fauna di Taman Kehati Sapen Nusantara yang meliputi beberapa kelompok, di antaranya yaitu Serangga Diurnal (siang) berjumlah 208 individu yang terdiri dari 6 ordo, 10 famili dan 20 spesies, Serangga Nocturnal (malam) berjumlah 136 individu, yang terdiri dari 5 ordo, 8  famili dan 15 spesies Herpetofauna berjumlah 15 individu, yang terdiri dari 2 ordo, 6 famili dan 7 spesies.

“Untuk burung (Aves) berstatus endemik kita menemukan Ciblek Kuning (Prinia familiaris), Burung hantu Beluk Watu Jawa (Glaucidium castanopterum), Pleci dada Kuning Jawa timur (Zosterops flavus), dan Paok Pancawarna (Hydrornis guajanus) serta terdapatmamalia dilindungi yaitu Landak Jawa (Hystrix javanica), Kucing Hutan (Felis sp), Jelarang (Ratufa bicolor)mengacu redlist IUCN,” kata peneliti ITS-NU tersebut.

Dari sisi potensi flora hutan sapen, Roisatul Ainiyah menjelaskan temuan terdapat 147 spesies tumbuhan dalam 53 famili dan diantaranya terdapat 43 speies tumbuhan berpotensi obat mengacu pada IUCN Red List versi 3.1.

“43 speies tumbuhan berpotensi obat mengacu pada IUCN Red List versi 3.1,” ujar Roisatul, dosen Univ. Yudharta.

Ditemui terpisah, Mulyono Wibisono mengapresiasi tim peneliti yang dikoordinatori oleh lembaga eksis mandiri Nusantara, selain itu dia menambahkan bahwa potensi hutan sapen ini butuh keseriusan dan kerjasma antar pihak untuk menjaganya. “Sehingga flora dan fauna baik endemik dan non endemik bisa dijaga dan lestari,“ tutur CSR coordinator Aqua Pandaan program KEHATI di kawasan Hutan Sapen Gunung Arjuno. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 70 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

Trending di Berita Pasuruan