Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Kecamatan Wonomerto mempunyai cara tersendiri untuk menjaga keamanan lingkungannya. Terlebih daerah ini terkenal menjadi salah satu daerah yang rawan terhadap aksi pencurian hewan (curwan). Oleh sebab itulah, masyarakat diajak bersama-sama bergotong royong untuk menjaga keamanan lingkungan.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Wonomerto bersama 11 desa di wilayahnya adalah membuat program kandang komunal. Dimana dalam kandang komunal ini masyarakat bisa bersama-sama menjaga kandangnya secara bergantian agar terhindar dari aksi pencurian.
“Selama ini disini marak sekali pencurian hewan, meskipun demikian masyarakat tetap saja nekat memelihata sapi. Bahkan parahnya lagi, mereka rela tidur di kandang bersama sapinya. Dari aspek kesehatan tentu ini sangatlah tidak baik,” kata Camat Wonomerto Taufik Alami.
Program kandang komunal ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di masing-masing desa. Pemanfaatan kandang komunal ini menitikberatkan pada keamanan desa.
“Untuk tahun 2017, program kandang komunal ini diterapkan di Desa Tunggak Cerme sekaligus sebagai pilot project. Karena mulai tahun 2018, program Kandang Komunal ini akan diterapkan di seluruh desa di Kecamatan Wonomerto,” jelas Taufik.
Taufik mengaku menggerakkan BUMDes atas dasar kekuatan modal sosial dan problem solving berupa pemecahan masalah di desa seperti pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, menghindari kerawanan sosial dan memunculkan potensi inti daerah berupa produk unggulan.
“Melalui program kandang komunal ini, masyarakat juga dapat memanfaatkan kotoran ternaknya untuk biogas sebagai energi alternatif untuk sumber listrik dan gas rumah tangga,” terang Taufik.
Untuk Desa Tunggak Cerme sendiri, ternak yang ada di kandang komunal ini sebanyak 10 ekor. Tetapi nantinya akan ditambah 20 ekor sehingga menjadi 30 ekor. Terobosan ini dilakukan untuk menjawab kebijakan pemerintah pusat yang menitikberatkan sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Untuk suksesnya program ini, maka pemerintah desa bersama Pemerintah Kecamatan Wonomerto meminta pendampingan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Probolinggo,” tukas Taufik. (fudz/nis)

















