Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 17 Jan 2018

Tingkatkan Keamanan Desa Melalui Program Kandang Komunal


Tingkatkan Keamanan Desa Melalui Program Kandang Komunal Perbesar

Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Kecamatan Wonomerto mempunyai cara tersendiri untuk menjaga keamanan lingkungannya. Terlebih daerah ini terkenal menjadi salah satu daerah yang rawan terhadap aksi pencurian hewan (curwan). Oleh sebab itulah, masyarakat diajak bersama-sama bergotong royong untuk menjaga keamanan lingkungan.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Wonomerto bersama 11 desa di wilayahnya adalah membuat program kandang komunal. Dimana dalam kandang komunal ini masyarakat bisa bersama-sama menjaga kandangnya secara bergantian agar terhindar dari aksi pencurian.

“Selama ini disini marak sekali pencurian hewan, meskipun demikian masyarakat tetap saja nekat memelihata sapi. Bahkan parahnya lagi, mereka rela tidur di kandang bersama sapinya. Dari aspek kesehatan tentu ini sangatlah tidak baik,” kata Camat Wonomerto Taufik Alami.

Program kandang komunal ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di masing-masing desa. Pemanfaatan kandang komunal ini menitikberatkan pada keamanan desa.

“Untuk tahun 2017, program kandang komunal ini diterapkan di Desa Tunggak Cerme sekaligus sebagai pilot project. Karena mulai tahun 2018, program Kandang Komunal ini akan diterapkan di seluruh desa di Kecamatan Wonomerto,” jelas Taufik.

Taufik mengaku menggerakkan BUMDes atas dasar kekuatan modal sosial dan problem solving berupa pemecahan masalah di desa seperti pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, menghindari kerawanan sosial dan memunculkan potensi inti daerah berupa produk unggulan.

“Melalui program kandang komunal ini, masyarakat juga dapat memanfaatkan kotoran ternaknya untuk biogas sebagai energi alternatif untuk sumber listrik dan gas rumah tangga,” terang Taufik.

Untuk Desa Tunggak Cerme sendiri, ternak yang ada di kandang komunal ini sebanyak 10 ekor. Tetapi nantinya akan ditambah 20 ekor sehingga menjadi 30 ekor. Terobosan ini dilakukan untuk menjawab kebijakan pemerintah pusat yang menitikberatkan sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Untuk suksesnya program ini, maka pemerintah desa bersama Pemerintah Kecamatan Wonomerto meminta pendampingan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Probolinggo,” tukas Taufik. (fudz/nis)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

Baca Lainnya

Cegah Keracunan MBG , DPRD Jatim Minta BGN Aktif Awasi SPPG

20 Mei 2026 - 22:30

Legislator Suli Da’im Minta Masyarakat Cermat Sebelum SPMB Jatim 2026 SMAN/SMKN

20 Mei 2026 - 22:28

DPRD Jatim Soroti Daya Tampung SMA-SMK Terbatas dalam Pembahasan LKPJ Gubernur 2025

20 Mei 2026 - 22:26

Ratusan Driver Online Geranat’s Jatim Demo di DPRD, Desak UU Transportasi Online Segera Disahkan

20 Mei 2026 - 22:24

Jelang Idul Adha, Jember Perketat Pengawasan Hewan Kurban dan Antisipasi PMK

20 Mei 2026 - 14:59

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Trending di KABAR NUSANTARA