Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan upaya konkrit dalam mencegah terjadinya stunting. Salah satu upaya yang dilakukannya yaitu dengan memberikan sosialisasi pendidikan keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Acara yang digelar berkat kerjasama antara Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo dengan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI ini, digelar selama lima hari, yaitu dari tanggal 4-8/12/2018.
Kegiatan ini diikuti oleh 990 orang peserta dari 325 desa dan 5 kelurahan yang terbagi dalam 5 angkatan. Dimana setiap desa/kelurahan mengirimkan 3 orang peserta terdiri dari Kepala Desa/Lurah, Ketua TP PKK Desa/Kelurahan dan Pengelola Lembaga PAUD.
Sosialisasi yang dibuka oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina ini dihadiri narasumber pusat Kepala Seksi Sumber Belajar, Subdit Pendidikan Anak dan Remaja Kemendikbud RI Aria Ahmad Mangunwibawa didampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dispendik Kabupaten Probolinggo Solikin serta 3 (tiga) orang Fasilitator Daerah Kabupaten Probolinggo.
Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter PAUD dan PNF Dispendik Kabupaten Probolinggo Joely Sandyendraswari Soekarni Johadi mengatakan kegiatan ini bertujuan sebagai upaya untuk menangani dan mengurangi prefelensi stunting di Kabupaten Probolinggo, salah satunya dilakukan melalui pendidikan bagi keluarga/orang tua tentang perawatan dan pengasuhan pada 1.000 HPK.
“Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang mempunyai peran penting dalam pendidikan anak untuk mewujudkan generasi emas 2045. Perkembangan anak dipengaruhi oleh pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan program pendidikan keluarga tujuan utamanya adalah mendorong dan meningkatkan kapasitas para pelaku pendidikan dalam mengimplementasikan pelibatan keluarga dan masyarakat untuk menumbuhkembangkan karakter dan budaya prestasi.
“Tri Sentra Pendidikan yang meliputi keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat merupakan pilar yang mempunyai peran sentral dan strategis dalam membangun karakter dan budaya prestasi anak. Ketiga pilar ini perlu berkolaborasi dan bersinergi untuk saling melengkapi dan saling mendukung. Kolaborasi ketiganya diyakini akan memberi dampak positif bagi pencapaian tujuan pendidikan yang bermutu,” katanya.
Menurut Dewi, masa 1.000 HPK merupakan masa penting yang berpengaruh dalam perkembangan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, pada masa ini diperlukan perawatan dan pengasuhan orang tua yang tepat sehingga bisa mencegah terjadinya stunting.
“Melalui kegiatan sosialisasi pendidikan keluarga pada 1.000 HPK ini saya mengharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perwakilan masyarakat desa tentang pendidikan keluarga di 1.000 HPK dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting di Kabupaten Probolinggo,” tutupnya. (mel/tin).

















