Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 12 Mar 2023

Wagub Emil Dorong ICMI Kedepankan Nilai Intelektualisme Berdasarkan Ilmu Pengetahuan


Wagub Emil Dorong ICMI Kedepankan Nilai Intelektualisme Berdasarkan Ilmu Pengetahuan Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong kepada Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jatim untuk mengedepankan intelektualisme berdasar pada akal dan ilmu pengetahuan.

Pasalnya, intelektual bukanlah sesuatu yang ekslusif dan merasa lebih dibandingkan golongan masyarakat lainnya. Namun, intelektualisme adalah sebuah cara untuk menghargai eksistensi dari sebuah ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini seiring dinamika sosial masyarakat.

“Saya melihat intelektual bukan merupakan hal yang ekslusif. Akan tetapi intelektualisme adalah sebuah cara untuk menghargai eksistensi ilmu pengetahuan dalam menjawab berbagai fenomena maupun dinamika sosial masyarakat di sekitar kita saat ini,” terang Emil panggilan akrab Wagub Jatim itu saat membuka Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Prime Biz Hotel Surabaya.

Ia mengatakan, saat ini ilmu pengetahuan terus berkembang seiring dinamika sosial, politik masyarakat di Indonesia bahkan Jawa Timur. Seorang dikatakan Intelektual adalah mereka yang bisa membuka berbagai pemikiran berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada. Tidak boleh, menjadi seseorang yang menjadi paling tahu dan pintar.

“Intelektualisme ini harus mau membuka kepada hal-hal baru. Maka, proses Intelektualisme ini bisa lebih banyak ditanamkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bagian dari Cendikiawan Muslim, ICMI Jatim harus memperjuangkan kemaslahatan umat melalui jalur cendikia melalui ilmu pengetahuan secara islami. Tidak boleh lagi, segala sesuatu informasi bedasarkan sesuatu yang viral di media sosial.

Menurutnya, peran cendikiawan muslim saat ini sebagai jalan tengah dalam memberikan banyak wawasan, edukasi dan tukar pikiran yang disampaikan maupun direkomendasikan kepada banyak pihak terutama pemerintah dan masyarakat.

ICMI Jatim, harap Emil, dapat menjadi patron di berbagai literatur dalam berpolitik santun di Indonesia. ICMI harus bisa menggerakkan mata intelektualitas.

“Jangan sampai kita terjebak pada penggiringan informasi sesat. Penerimaan informasi bedasarkan sesuatu yang viral di media sosial semata. Karena memahami setiap isue publik saat ini tidak bisa cukup dalam waktu hitungan durasi 30 – 60 detik di laman media sosial,” tegasnya.

“Jangan membenarkan yang biasa namun membiasakan yang benar,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wagub Emil juga berharap agar ICMI dapat terus menjadi wadah berkumpulnya para cendikiawan muslim yang konsisten dalam memberikan solusi bagi kemaslahatan umat, bangsa dan negara. Selain itu, juga dapat memberikan pemikiran pemikiran yang luas serta memberikan berbagai rekomendasi bagi umat.

“Saya percaya ilmu pengetahuan bisa menjadi jawaban dari setiap persoalan dinamika sosial masyarakat yang ada. Jangan sampai ICMI terjebak dalam tarik menarik kepentingan yang merugikan ummat,” tutupnya. (rls/ian).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Gus Fawait Pasang Target Besar untuk Direksi Baru Perumda Kahyangan

14 Mei 2026 - 06:27

Jember Kembali Jadi Tuan Rumah Karnaval SCTV 2026, UMKM hingga Wisata Ikut Dipromosikan

13 Mei 2026 - 14:56

Birokrat di Balik PAD Rp1 Triliun Itu Kini Jadi Pj Sekda Jember

12 Mei 2026 - 16:31

Indeks Daya Saing Daerah 2025, Jember Ungguli Banyuwangi

12 Mei 2026 - 10:11

Dispendik Jember Gelar Pameran Pendidikan Hardiknas 2026, Angkat Kreativitas Siswa Lintas Jenjang

12 Mei 2026 - 07:13

BPBD Jember Lakukan Asesmen Cepat Kebakaran Rumah Akibat Gas Bocor di Banjarsengon 

11 Mei 2026 - 08:02

Trending di KABAR NUSANTARA