Reporter : Moch Wildanov
Editor : Diaz Okta
Probolinggo, Kabarpas.com – Pemadaman listrik total yang terjadi di Kota Probolinggo membuat warga resah dan pedagang merugi. Mengingat di era global saat ini, listrik mendominasi kebutuhan sehari-hari.
Pemadaman total yang terjadi di Kota Probolinggo, membuat masyarakat resah. Salah satunya mengeluh, karena sempat kesulitan mencharger handphone.
“Listrik padam terpaksa mengecharge di motor. Karena menurut teman, motor saya bisa digunakan. Terpaksa beli kabelnya. Berharap jangan terulang kembali,” ujar salah seorang warga, Agus Purwoko.
Selain itu, salah satu pedagang yakni pedagang es juz, mengaku rugi karena dampak pemadaman listrik tersebut.
“Listrik padam dan saya rugi. Sudah banyak pembeli yang kembali,” ujar Sulikati kepada Kabarpas.com.
Kerugian diakuinya mencapai 100 hingga 150 ribu rupiah.
Menurut keterangan pihak PJB saat dikonfirmasi melalui seluler, menjelaskan bahwa pemadaman terjadi karena terdapat masalah di salah satu sistem, sehingga berdampak pada pemadaman hampir di Jatim dan Bali.
Masyarakat berharap agar listrik tidak sering padam, karena listrik di era saat ini merupakan salah satu kebutuhan penting sehari-hari. (wil/diz).

















