Jember, Kabarpas.com – Kabar baik kembali berembus dari Kabupaten Jember. Dalam peringatan HUT ke-36 Harian Surya yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (27/11/2025), Jember resmi ditetapkan sebagai Daerah Koperasi Go Internasional Jawa Timur.
Penghargaan itu menjadi penanda bahwa gerakan koperasi desa di Jember telah menembus gelanggang ekspor dan mulai diperhitungkan di level regional.
Ruang talkshow bertema “Koperasi Merah Putih, Asta Cita dan Perekonomian Jatim” menjadi panggung pengumuman tersebut. Para pelaku koperasi, pemangku kebijakan, hingga akademisi dari seluruh Jawa Timur menyimak ketika Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyerahkan penghargaan kepada Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jember, Sartini.
Sartini menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak hanya menunjukkan capaian teknis, tetapi juga menguatkan komitmen daerah dalam mendorong koperasi desa agar terus naik kelas.
“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk menjaga keberlanjutan jejaring ekspor dan memastikan koperasi di Jember tetap memiliki mitra dari luar negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya memperluas pasar internasional merupakan bagian dari strategi memperkuat struktur ekonomi masyarakat dari desa. Saat ini, Dinas Koperasi Jember memantau sedikitnya lebih dari 10 mitra buyer luar negeri yang meminati komoditas perkebunan dan olahan pangan dari koperasi-koperasi Jember.
Sartini menyebut, Jember saat ini memiliki 248 Koperasi Merah Putih yang sudah mengantongi badan hukum. Dari jumlah tersebut, 36 koperasi sedang dalam proses pembangunan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, dan lebih dari 20 koperasi telah aktif beroperasi.
Selain Jember, penghargaan serupa juga diberikan kepada Sidoarjo, Malang, Jombang, dan Surabaya, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur per September 2025.
Di balik penghargaan ini, KDMP Sidomulyo bisa menjadi contoh sukses yang ikut mengerek nama Jember di panggung global lewat ekspor perdana Kopi KDMP Sidomulyo ke Brunei Darussalam, Hongkong, dan Singapura pada 31 Agustus 2025.
Pelepasan ekspor itu menjadi pembuktian bahwa program nasional Koperasi Desa Merah Putih mampu menembus pasar internasional melalui tata kelola profesional dan transparan.
KDMP Sidomulyo sendiri merupakan salah satu dari delapan koperasi percontohan nasional binaan Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB. Enam unit usaha wajib yang mereka jalankan mulai dari klinik, apotek, logistik, simpan pinjam, sembako, hingga pergudangan kopi menjadi dasar model bisnis koperasi modern. Dari enam unit itu, kopi tampil sebagai bintang yang membawa nama Sidomulyo menyeberangi batas negara.
Agenda ekspor ini dirangkai melalui pelatihan ekspor, kurasi produk, gelar produk ekspor, hingga temu bisnis. Hasilnya, KDMP Sidomulyo mengantongi Letter of Intent (LoI) senilai 78.000 dollar AS, terdiri dari 30.000 dollar AS (Brunei), 23.000 dollar AS (Singapura), dan 25.000 dollar AS (Hongkong).
Tak berhenti di sana, koperasi yang sempat tampil di China-ASEAN Expo 2025, ini juga menandatangani MoU pendirian kantor perwakilan istimewa di Brunei Darussalam, sebuah langkah yang dinilai strategis untuk memperluas jaringan dagang di Asia. (dan/ian).

















